daerah

Panen Raya Klaster Padi Pamarican Capai 7,5 Ton per Hektare, Bank Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Ciamis

Kamis, 16 Juli 2026 | 21:12 WIB
Kegiatan Panen Raya Klaster Padi Pamarican dan peresmian Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Kamis (16/7/2026). (Dok. AMS)

Di tempat yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Azhar Livaldy Setyawigoena, menegaskan sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas inflasi, terutama komoditas pangan bergejolak atau volatile food yang menjadi salah satu penyumbang utama inflasi daerah.

"Di tengah tantangan perubahan iklim, meningkatnya dinamika harga input produksi, alih fungsi lahan, serta regenerasi petani, penguatan produktivitas dan daya saing sektor pertanian menjadi semakin penting," ujar Azhar.

Karena itu, Bank Indonesia terus mendorong penguatan kelembagaan petani, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), pemanfaatan inovasi teknologi pertanian, serta pengembangan ekosistem klaster pangan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

"Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi komoditas pangan strategis sehingga stabilitas pasokan dan harga tetap terpelihara," katanya.

Baca Juga: Transformasi Koridor Ekonomi Jawa Barat Selatan Jadi Sorotan, BI Ungkap Mesin Pertumbuhan Baru Priangan Timur

Bank Indonesia Resmikan Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan daerah, Bank Indonesia Tasikmalaya bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis meresmikan Kantor Sekretariat Klaster Padi Pamarican.

Keberadaan sekretariat tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi pengembangan klaster yang mampu memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan efisiensi pascapanen, memperkuat manajemen usaha tani, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah komoditas padi di Kabupaten Ciamis.

"Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Sekolah Lapang yang diikuti oleh 40 petani sebagai tindak lanjut kesepakatan Rapat Koordinasi TPIP-TPID Wilayah Jawa Tahun 2026," ujar Azhar.

Baca Juga: Nobar Piala Dunia 2026 di Ciamis Diserbu Warga, Herdiat Sunarya Sebut UMKM Ikut Rasakan Dampaknya

Menurut Azhar, program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan teknik budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim, memperkuat mitigasi risiko fenomena El Nino, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan, pengembangan Panen Raya Klaster Padi Pamarican merupakan bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) yang diinisiasi Bank Indonesia.

Melalui pendekatan dari hulu hingga hilir, GPIPS mendorong peningkatan produktivitas, penguatan kelembagaan petani, efisiensi rantai pasok, serta penguatan konektivitas antardaerah.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan pangan, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Muscab LVRI Ciamis Dibuka Sekda, Warisan Semangat Juang 45 untuk Generasi Muda Jadi Sorotan

Halaman:

Tags

Terkini