Strategi Desaku Maju Bawa Gubernur Lampung Sabet KWP Awards 2026, Fokus pada Agrikultur dan Ketahanan Pangan

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 18 April 2026 | 07:49 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (kiri) terima KWP Awards 2026 atas keberhasilan program Desaku Maju dalam memajukan sektor agrikultur. (Dok. Promedia)
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (kiri) terima KWP Awards 2026 atas keberhasilan program Desaku Maju dalam memajukan sektor agrikultur. (Dok. Promedia)

JAKARTA, Mediapriangan.com - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, secara resmi dianugerahi penghargaan dalam ajang KWP Awards 2026 sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional.

Penghargaan KWP Awards 2026 diserahkan di Gedung Pustakaloka Nusantara IV, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Kamis (16/04/2026).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas keberhasilan Rahmat Mirzani dalam mengorkestrasi program Desaku Maju. Melalui inisiatif tersebut, Lampung dinilai mampu menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berdampak langsung pada stabilitas pasokan pangan.

Baca Juga: Gebrakan Pemimpin Perempuan, Li Claudia Chandra Sabet KWP Award 2026 atas Inovasi di Kota Batam

Program ini mengintegrasikan pemberian bantuan sarana produksi seperti pupuk organik cair, penyediaan alat pengering hasil panen, hingga perbaikan akses transportasi desa untuk efisiensi logistik.

Usai menerima trofi KWP Awards 2026, Gubernur Lampung menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari sinergi kuat antara pemerintah dan rakyat.

"Penghargaan ini saya dedikasikan sepenuhnya untuk masyarakat Lampung, khususnya para petani kita yang tak kenal lelah bekerja di sawah dan ladang. Melalui program Desaku Maju, kami ingin memastikan bahwa kekuatan ekonomi Lampung bermula dari desa. Jika desanya kuat, ketahanan pangan nasional pun akan tangguh," ujar Rahmat Mirzani Djausal kepada awak media.

Baca Juga: Pengakuan Nasional, Bupati Mimika Johannes Rettob Sabet KWP Award 2026 berkat Inovasi Daerah Teruji

Transformasi yang dilakukan di Lampung tidak hanya menyentuh aspek kuantitas produksi, tetapi juga peningkatan taraf hidup petani.

Melalui modernisasi infrastruktur dan pelatihan vokasi, para pelaku sektor agrikultur didorong untuk lebih mandiri dan memiliki daya tawar ekonomi yang lebih baik.

"Kami tidak ingin petani hanya menanam dan memanen, tetapi juga harus mandiri secara ekonomi. Dengan bantuan alat pengering dan akses jalan yang lebih baik, kita ingin meminimalisir kerugian pascapanen agar pendapatan petani meningkat secara signifikan. Ini adalah bagian dari langkah nyata kita menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Baca Juga: PTBI 2025 Tegaskan Komitmen Nasional, Priangan Timur Raih TPID Award dan Dorong Digitalisasi Keuangan

Keberhasilan Lampung dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui program Desaku Maju kini dipandang sebagai percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari berbagai mitra strategis, termasuk BUMN dan sektor swasta, langkah Gubernur Lampung dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis kerakyatan semakin memperkokoh posisi daerahnya sebagai lumbung pangan utama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X