Festival ini akan menyuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisi, musik, tari, teater, sastra, seni rupa, hingga penampilan kreasi seni masyarakat Mangkubumi yang merepresentasikan kekayaan budaya lokal.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga budaya berarti menjaga pengetahuan, keterampilan, dan identitas daerah.
Baca Juga: Ketika Kebudayaan Diperdebatkan, DKKT Tasikmalaya Memilih Jalan Dialog
Bagi DKKT, Situ Beet bukan sekadar kampung pengrajin bambu, melainkan simbol penting bahwa warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila dirawat bersama.
Melalui penyelenggaraan Kibar Budaya 2026, anyaman bambu Situ Beet diharapkan kembali mendapat ruang dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus melestarikan budaya lokal.***