Festival ini akan menyuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisi, musik, tari, teater, sastra, seni rupa, hingga penampilan kreasi seni masyarakat Mangkubumi yang merepresentasikan kekayaan budaya lokal.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa menjaga budaya berarti menjaga pengetahuan, keterampilan, dan identitas daerah.
Baca Juga: Ketika Kebudayaan Diperdebatkan, DKKT Tasikmalaya Memilih Jalan Dialog
Bagi DKKT, Situ Beet bukan sekadar kampung pengrajin bambu, melainkan simbol penting bahwa warisan budaya hanya akan tetap hidup apabila dirawat bersama.
Melalui penyelenggaraan Kibar Budaya 2026, anyaman bambu Situ Beet diharapkan kembali mendapat ruang dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus melestarikan budaya lokal.***
Artikel Terkait
Deretan Penerima Anugerah Budaya Kota Tasikmalaya, Bukti Konsistensi DKKT Merawat Seni Daerah
Menutup Periode Kepemimpinan, Ketua DKKT Bode Riswandi Gelar Anugerah Budaya dan Siapkan Gempungan Seniman 2025
Apresiasi Anggota DPRD Kepler Sianturi, DKKT Konsisten Jaga Denyut Seni dan Budaya Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Tekankan Peran Vital Seniman dalam Pemilihan Ketua DKKT 2025-2030
Satu Dekade DKKT, Menjaga Napas Kesenian Tasikmalaya di Tengah Badai Tantangan
Kekuatan Seni dan Budaya Penjaga Tata Nilai yang Mulai Terkikis, Ketua DKKT Tatang Pahat Bicara Lantang