daerah

Korban Pencabulan di Tanjungbalai Masih Ingin Sekolah, Dapat Pendampingan Psikolog dan Konselor

Minggu, 26 Juli 2026 | 22:04 WIB
Korban pencabulan di Tanjungbalai mendapat pendampingan psikolog dan konselor. Meski mengalami trauma, korban masih ingin kembali bersekolah. (Facebook Pemerintah Kota Tanjungbalai)

 

TANJUNGBALAI, Mediapriangan.com - Keinginan seorang anak untuk kembali bersekolah menjadi perhatian dalam penanganan kasus pencabulan yang terjadi di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Meski menjadi korban pencabulan, anak berinisial ARM (12) tersebut menyampaikan keinginannya untuk kembali belajar dan bertemu dengan teman-temannya di sekolah.

Keinginan itu disampaikan ARM ketika dikunjungi Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama sejumlah pihak. Dalam pertemuan tersebut, korban pencabulan juga mendapat perhatian terkait kondisi psikologisnya setelah kasus yang dialaminya mencuat ke publik.

Baca Juga: Viral Anak Menangis Lihat Ayah Tewas Dikeroyok di Bali, Polisi Selidiki Dugaan Pencurian dan Pengeroyokan

Saat ditanya mengenai keinginannya untuk kembali bersekolah, ARM yang saat itu berbaring di tempat tidurnya memberikan jawaban tegas.

"Jadi masih mau sekolah?" tanya Mahyaruddin pada ARM yang berbaring di tempat tidurnya.

"Iyalah, pengin ke sana. Pengin sekolah, ada kawan-kawanku di sana," jawab ARM.

Keinginan untuk kembali sekolah tersebut menjadi salah satu perhatian dalam proses pendampingan korban pencabulan. Sebab, selain proses hukum, pemulihan kondisi mental korban juga dinilai penting agar anak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Tugu Koperasi Kota Tasikmalaya Dicanangkan sebagai Cagar Budaya, Bakal Jadi Ikon Baru dan Ruang Publik

Korban Pencabulan Mendapat Pendampingan

Kasus pencabulan yang menimpa ARM mendapat perhatian setelah informasi mengenai dugaan tindak pidana tersebut menyebar luas dan memicu kemarahan publik.

Korban pencabulan kini mendapat pendampingan dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Pendampingan diberikan untuk membantu korban menghadapi proses pemeriksaan sekaligus memulihkan kondisi psikologisnya.

Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mengatakan, kondisi mental korban menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan. Menurutnya, korban masih memiliki rasa takut setelah mengalami kejadian tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini