CIAMIS, Mediapriangan.com - Penguatan kualitas pendidikan keagamaan tidak dapat dilepaskan dari kompetensi pendidik yang berada langsung di ruang pembelajaran. Hal tersebut menjadi perhatian Anggota DPRD Jawa Barat, Didi Sukardi, saat menghadiri Workshop Peningkatan Mutu Guru MDT di Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Kegiatan yang berlangsung Minggu (26/7/2026) tersebut diikuti ratusan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah atau MDT. Workshop menjadi ruang bagi guru MDT Ciamis untuk memperdalam pemahaman kurikulum, bertukar pengalaman, sekaligus mengevaluasi metode pembelajaran yang selama ini diterapkan.
Didi Sukardi hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertema "Telaah Kurikulum MDT dan Laboratori Guru". Dalam kesempatan tersebut, Didi Sukardi menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan keagamaan harus berjalan beriringan dengan pengembangan kemampuan para guru.
Menurut Didi Sukardi, guru MDT Ciamis memiliki posisi penting karena pembelajaran di Madrasah Diniyah tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.
"Guru adalah pilar utama pendidikan. Jika kualitas gurunya terus meningkat, maka insyaAllah kualitas peserta didiknya pun akan semakin baik. Madrasah Diniyah harus mampu melahirkan generasi yang kuat akidahnya, baik akhlaknya, sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Didi Sukardi.
Didi Sukardi menilai penguatan pendidikan keagamaan membutuhkan guru yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas Madrasah Diniyah. Karena itu, guru MDT Ciamis didorong untuk terus memperbarui wawasan, memperkaya metode mengajar, dan memahami penerapan kurikulum secara lebih baik.
Baca Juga: Anggota DPRD Jawa Barat Didi Sukardi Dorong Ketahanan Keluarga di Hari Anak Nasional 2026
Penguasaan kurikulum MDT menjadi salah satu aspek yang dinilai penting dalam proses tersebut. Kurikulum tidak hanya dipahami sebagai perangkat pembelajaran, tetapi juga harus mampu diterjemahkan guru menjadi proses belajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam konteks itu, Didi Sukardi mengajak guru MDT Ciamis menjadikan workshop sebagai ruang pembelajaran bersama. Menurutnya, pengalaman yang dimiliki setiap guru dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pendidik lainnya apabila dibagikan dan didiskusikan secara terbuka.
"Semoga forum seperti ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar bersama yang melahirkan inovasi pembelajaran dan memperkuat kualitas Madrasah Diniyah di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Ciamis," tambahnya.
Baca Juga: Didi Sukardi Dorong Penyiaran Jadi Garda Budaya Sunda, Generasi Muda Jadi Sasaran Utama
Didi Sukardi juga menekankan pentingnya profesionalisme pendidik dalam menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan. Guru MDT Ciamis tidak hanya dituntut memahami materi keagamaan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan mengelola pembelajaran secara efektif agar peserta didik dapat menerima materi dengan lebih mudah.
Workshop Peningkatan Mutu Guru MDT tersebut kemudian diisi dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pengalaman serta persoalan yang mereka hadapi ketika menjalankan proses pembelajaran di lembaga masing-masing.