TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Dampak cuaca dingin yang terjadi saat ini membuat sejumlah penyakit saluran pernapasan perlu diwaspadai masyarakat di Tasikmalaya.
Sejumlah pasien dengan asma berpotensi mengalami kekambuhan. Selain itu, penderita alergi kulit, pegal-pegal, hingga nyeri persendian juga mulai meningkat.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, Selasa (28/7/2026). Asep menyebut suhu dingin yang terjadi saat ini, termasuk di Kota Tasikmalaya, dapat dikategorikan ekstrem. Kondisi itu terasa terutama pada pagi hari atau menjelang subuh, saat suhu udara mencapai sekitar 13 hingga 14 derajat Celsius.
Baca Juga: Dari Cangkul ke Semi Hotmix, Kekompakan TNI-Polri dan Warga Ubah Jalan Desa di Tasikmalaya
"Jadi wajar kalau saat ini muncul beberapa penyakit yang disebabkan udara dingin seperti asma, alergi, biduran atau kaligata serta persendian badan nyeri dan kaku-kaku," ujar Asep.
Asep mengatakan, saat ini banyak pasien yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan atau puskesmas dengan keluhan penyakit saluran pernapasan, alergi kulit, serta badan pegal-pegal.
"Ya rata-rata keluhannya saluran pernapasan, alergi kulit serta badan pegal-pegal," katanya.
Menjelaskan sejauh mana bahaya penyakit akibat cuaca dingin, Asep mengatakan bahwa keluhan gatal-gatal maupun kaku pada persendian umumnya tidak berbahaya. Namun, asma dapat menjadi kondisi serius apabila tidak segera ditangani atau pasien tidak mengonsumsi obat.
"Karena kalau asma dibiarkan bisa sesek dan bisa berakibat hilang napas, tapi kalau datang ke pusat kesehatan dan langsung diobatin tidak bahaya," jelasnya.
Namun demikian, lanjut Asep, dengan kondisi cuaca dingin seperti sekarang, banyak pasien penderita asma dan penyakit lainnya yang kambuh. Karena itu, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala.
"Dasarnya kita tahu dari keluhan-keluhan pasien yang masuk ke puskesmas," ujar Asep.