TANGERANG, Mediapriangan.com - Polisi mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan seorang prajurit TNI bernama Prada Arif Budiman Sampurna tewas ditikam setelah terlibat perselisihan di kawasan Kelapa Dua, Tangerang.
Kasus yang terjadi pada Minggu, 19 Juli 2026, itu berawal dari persoalan sederhana saat antrean sate taichan, namun berujung pada aksi pengeroyokan Tangerang yang merenggut nyawa korban.
Hasil penyelidikan menunjukkan korban mengalami 10 luka tusukan setelah sempat dikejar oleh para pelaku. Rekaman CCTV menjadi salah satu alat bukti yang membantu penyidik menyusun kronologi prajurit TNI tewas ditikam tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menjelaskan, perselisihan bermula ketika korban dan kelompok pelaku sama-sama memesan sate taichan.
Baca Juga: Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Polisi Akui CCTV Minim Jadi Kendala Pengungkapan
“Berawal dari parkiran di mana ada satu penjual sate taichan. Kenapa ada pertikaian ini? Jadi, para pelaku memesan empat porsi sate taichan, namun menurut korban, sate taichan tersebut milik korban,” ucap Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan dalam keterangannya kepada awak media pada Senin, 27 Juli 2026.
“Jadi, awal mula cekcok hingga kemudian ada beberapa orang yang memukul pertama, lalu kejar-mengejar, hingga pada akhirnya di satu jalan raya korban ditusuk,” lanjutnya.
Polisi menyebut korban mengalami lima luka tusuk di bagian depan tubuh dan lima luka tusuk di bagian belakang.
“Motifnya bermula dari rebutan antrean sate taichan, kemudian kelompok pelaku dan korban cekcok dengan nada tinggi,” imbuhnya.
Baca Juga: Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim, Ini Profil dan Jejak Kariernya
Setelah adu mulut, situasi berubah menjadi aksi kekerasan. Polisi menyebut pemukulan dilakukan lebih dahulu oleh salah seorang pelaku terhadap prajurit TNI tersebut.
“Pemantiknya adalah dari tersangka memukul korban duluan,” tuturnya.
Artikel Terkait
Kasus Penyekapan di Cikarang Terungkap, Pelaku Utama Penganiayaan Wanita Akhirnya Ditangkap Polisi
Hotman Paris Dikritik Frank Alexander usai Jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Singgung Pencitraan dan 74 Kg Emas
Heboh! KPK OTT Bupati Lombok Barat, 19 Orang Terjaring, Uang Ratusan Juta Disita
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Pakar Hukum Soroti Dugaan Tebang Pilih
Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan soal Ucapan Kontroversial, Ungkap Alasan Emosi saat Ditanya Kasus Febrie
Hotman Paris Buka Suara soal Tuduhan Ambil Angpao Nikahan Fritz, Ungkap Asal Uang Rp800 Juta
Hotman Paris Bantah Benny Janah Simpanan Febrie Adriansyah, Ungkap Momen Pertemuan Pertama Keduanya
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Jadi Tersangka KPK! OTT Dugaan Suap Proyek, Uang Ratusan Juta Disita
Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Jadi Tersangka Korupsi, Rp7,4 Miliar Diduga Mengalir untuk Kepentingan Pribadi
Polisi Bantah Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak, Hoaks Viral Berawal dari Unggahan Medsos