daerah

TMMD ke-129 Ditutup, Pesan 0612/Tasikmalaya: Bangunan Boleh Selesai, Gotong Royong Jangan Berhenti

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Kodam Siliwangi dan Kodim Tasikmalaya 0612 Tasikmalaya bersama Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin saat menutup kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Lapangan Desa/Kecamatan Parungponteng. (Dok. Humas Kodim)

 Baca Juga: Kepala Madrasah Diniyah Rohmat Syukuri Pembangunan MCK TMMD, Sebut Jadi Harapan Baru bagi Santri dan Warga

Namun, seluruh hasil itu akan kehilangan makna apabila tidak dirawat.

Karena itu, Imvan meminta masyarakat menjadikan fasilitas yang telah dibangun sebagai aset bersama. TNI membangun, pemerintah mendukung, sementara masyarakat menjadi pihak yang berkepentingan langsung untuk menjaga keberlangsungannya.

Bupati: Dengan Rp1,7 Miliar, Hasilnya Bisa Berlipat

Bupati Tasikmalaya Dr H Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P., yang turut memantau sejumlah titik pembangunan TMMD, melihat program tersebut sebagai contoh nyata bahwa persoalan masyarakat dapat diselesaikan ketika berbagai pihak bekerja dalam satu arah.

Cecep mengaku telah melihat langsung pembangunan jalan, rumah warga penerima rehabilitasi serta sumur bor yang dikerjakan Satgas TMMD Kodim 0612/Tasikmalaya.

 Baca Juga: TMMD ke-129 Bawa Harapan Baru, Warga Parungponteng Ingin MCK Umum Segera Direhabilitasi

Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI AD, Kodam III/Siliwangi dan Kodim 0612/Tasikmalaya atas kolaborasi yang terjalin.

“Prinsipnya saya melihat bahwa persoalan yang ada di hadapan kita, bisa diselesaikan satu per satu jika kita bisa kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak,” kata Cecep.

Menurutnya, Pemkab Tasikmalaya dalam kegiatan tersebut memberikan dukungan sekitar Rp1,7 miliar. Namun, dukungan tersebut mampu menghasilkan pembangunan yang jauh lebih luas dibandingkan jika pekerjaan dilakukan secara parsial.

Baca Juga: Terharu Rumahnya Direhab Lewat TMMD, Warga Parungponteng: Ini Berkah untuk Keluarga Kami

Selain jalan sepanjang lebih dari dua kilometer, terdapat rehabilitasi lima rumah, sumur bor, TPT, pemasangan listrik gratis dan sejumlah pembangunan lainnya.

“Jadi kalau ibarat kata jika dikerjakan oleh pihak ketiga bisa jadi hanya jalan saja. Tetapi ini ada jalan, TPT, sumur bor, dan rumah. Maka kolaborasi itu sebuah keniscayaan,” ujarnya.

Bagi Cecep, angka tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi tidak sekadar persoalan menggabungkan anggaran. Lebih penting, setiap pihak dapat mengoptimalkan kewenangan, sumber daya dan kemampuan yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Ciamis dan TNI Tuntaskan TMMD ke-126, Desa Sukamulya Kini Miliki Sanitasi Layak

Halaman:

Tags

Terkini

Polisi dan Warga Lupakan Sekat di Lomba 17-an

Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB