Persiapan Tak Berhenti pada Seragam
Untuk mengikuti karnaval 17 Agustus, berbagai kebutuhan siswa harus dipastikan tersedia. Guru bersama pihak yang membantu sekolah mempersiapkan perlengkapan agar anak-anak dapat tampil dengan layak.
Salah satu kebutuhan bahkan baru disadari sehari sebelum kegiatan berlangsung.
“H-1 baru nyadar butuh kaos tangan, minta bantuan netizen Facebook dan langsung ketemu,” imbuhnya.
Baca Juga: Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar Hari Ini, 4 Hal yang Akan Diuji Tim Kuasa Hukum
Permintaan bantuan melalui media sosial tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kebutuhan atribut yang diperlukan untuk pawai pun berhasil diperoleh.
Selain atribut, persoalan seragam juga menjadi perhatian. Beberapa siswa diketahui memiliki seragam yang kondisinya sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan tersebut.
“Kami melengkapi seragam karena ada beberapa anak Ibu yang seragamnya tak layak. Bawa sepatu baru hadiah dari teman Ibu Guru ke basecamp di hari H,” tuturnya lagi.
Perlengkapan itu kemudian disiapkan agar para siswa dapat mengikuti karnaval dengan lebih percaya diri.
Dukungan Sponsor hingga Bantuan Warganet
Perjalanan siswa SDK Terpencil Ogolau mengikuti karnaval 17 Agustus juga tidak lepas dari dukungan orang-orang di sekitar mereka.
Selain bantuan yang diperoleh melalui jejaring media sosial, terdapat pula dukungan dari pihak yang menjadi sponsor bagi kebutuhan anak-anak.
“Tak lupa, terima kasih sponsor Ibu Guru yang udah support anak-anak Ibu ikut bertumbuh merasakan apa yang anak sekolah biasanya dapatkan,” imbuhnya.