Guru SD Terpencil di Sulteng Berjuang Siapkan Siswa Ikut Karnaval 17 Agustus, dari Seragam hingga Sepatu

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:25 WIB
Guru SD terpencil di Sulteng berbagi perjuangan menyiapkan siswa ikut karnaval 17 Agustus, dari mencari atribut hingga menyediakan seragam dan sepatu. (Instagram/rskdrian)
Guru SD terpencil di Sulteng berbagi perjuangan menyiapkan siswa ikut karnaval 17 Agustus, dari mencari atribut hingga menyediakan seragam dan sepatu. (Instagram/rskdrian)

Mediapriangan.com - Kesempatan mengikuti karnaval 17 Agustus menjadi pengalaman istimewa bagi para siswa SD Kecil (SDK) Terpencil Ogolau, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Bagi sekolah yang berada di wilayah terpencil tersebut, tampil dalam perayaan HUT ke-81 RI bukan sekadar mengikuti agenda tahunan. Persiapan yang dilakukan membutuhkan tenaga, biaya, hingga dukungan dari berbagai pihak.

Kisah itu dibagikan seorang guru melalui akun Instagram @rskdrian. Dalam unggahannya, terlihat berbagai tahapan yang dilakukan guru dan siswa sebelum mengikuti karnaval 17 Agustus di Kecamatan Tinombo.

“Di balik layar anak-anak hebat ibu guru ikut meramaikan peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Tinombo,” tulisnya dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @rskdrian, dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Baca Juga: Polemik Gedung PGRI Cisayong, DPRD Dorong Solusi: KDMP Jalan, Aset Pendidikan Tetap Terjaga

Karnaval Jadi Momen Istimewa bagi Siswa

Keikutsertaan dalam karnaval 17 Agustus disambut antusias oleh para siswa. Sang guru mengaku bangga melihat anak-anak dari sekolah terpencil tersebut akhirnya dapat merasakan suasana perayaan kemerdekaan bersama peserta dari sekolah lainnya.

“Alhamdulillah sekolah terpencil bisa ikut meramaikan momentum peringatan kemerdekaan seperti ini,” ungkapnya.

Bagi sang guru, kebahagiaan itu tidak bisa diukur hanya dari meriahnya kegiatan. Ada proses panjang yang harus dilalui agar siswa dapat tampil dan merasakan pengalaman yang mungkin dianggap biasa oleh anak-anak di daerah lain.

Baca Juga: Drumband SMA Diponegoro Kisaran Viral, Permainan Mendadak Berhenti saat Lewati Rumah Duka

“Jangan ditanya perasaannya gimana. Tentu Ibu Guru bangga karena mungkin bagi orang lain, ini adalah momen biasa saja yang setiap tahun dinikmati tapi kami di daerah terpencil butuh banyak effort serta biaya untuk ikut event,” lanjutnya.

Cerita tersebut membuat karnaval 17 Agustus memiliki arti tersendiri bagi sekolah dan para siswa SDK Terpencil Ogolau.

Antusiasme juga dirasakan oleh para orang tua. Mereka ikut merasa senang melihat anak-anaknya mendapat kesempatan tampil dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI.

“Tahun ini di HUT ke-81 RI tahun 2026 anak-anak Ibu senang sekali. Bukan hanya anak-anaknya saja yang happy, tapi orang tua mereka juga,” sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X