BEKASI, Mediapriangan.com - Kobaran api membuat suasana di sekitar pangkalan Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya di Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, berubah mencekam pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. Kebakaran Bekasi tersebut melanda area parkir bus yang berada berdekatan dengan permukiman warga.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas pemadam kebakaran harus membuka dua akses penyemprotan untuk menekan risiko api menjalar ke rumah-rumah di sekitar lokasi.
Dalam peristiwa itu, sebanyak 50 bus yang berada di pangkalan dilaporkan terbakar. Puluhan kendaraan tersebut merupakan bus yang sudah tidak beroperasi.
Kebakaran Bekasi itu pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang sedang melakukan patroli di area pangkalan. Saat petugas keamanan menyadari adanya api, kobaran sudah membesar di bagian tengah lokasi parkir.
Baca Juga: 21 Orang Diamankan Jelang Demo Mahasiswa di Jakarta, Polisi Sebut Bawa Petasan hingga Flare
Danru Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Bohir, mengatakan informasi awal mengenai kebakaran diterima dari petugas keamanan.
"Informasi pertama dari sekuriti, kita berangkat," kata Bohir dalam keterangannya, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut Bohir, api ketika pertama kali diketahui sudah cukup besar. Posisi kobaran berada di tengah area parkir sehingga dengan cepat mengancam kendaraan lain yang berada di sekitarnya.
"Kalau kita ngobrol sama sekuriti itu ketika dia kontrol atau patroli, api memang sudah besar di posisi di tengah itu. Tengah parkir bus," tambahnya.
Api Besar Berada Dekat Permukiman
Laporan mengenai kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi sekitar pukul 01.45 WIB. Selang sekitar 15 menit kemudian, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.
Lokasi pangkalan yang berbatasan dengan permukiman menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Petugas tidak hanya berfokus pada area parkir, tetapi juga harus mengantisipasi panas yang dapat berdampak terhadap rumah warga.
Situasi tersebut membuat warga sekitar panik. Petugas kemudian membagi jalur pemadaman dari dua sisi, yakni dari dalam pangkalan dan dari arah permukiman.