Mediapriangan.com - Dampak kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla Kalimantan mulai terasa hingga wilayah Sarawak, Malaysia. Kabut Asap yang menyelimuti sejumlah kawasan membuat 108 sekolah di Serian ditutup sementara.
Penutupan sekolah dilakukan setelah kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar harus dialihkan ke rumah untuk melindungi siswa dari paparan udara tercemar.
Laporan mengenai kondisi tersebut turut ramai diperbincangkan di media sosial. Unggahan akun Instagram @undercover.id pada Jumat, 21 Agustus 2026, menyoroti dampak Kabut Asap yang disebut berkaitan dengan Karhutla Kalimantan.
"Penutupan dilakukan karena Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan tersebut telah masuk kategori sangat tidak sehat," tulis postingan tersebut.
"Aktivitas belajar siswa selanjutnya dialihkan ke Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah," sambungnya.
108 Sekolah Ditutup di Serian
Media Malaysia, Bernama, melaporkan sebanyak 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, ditutup untuk sementara akibat kondisi udara yang memburuk.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan ketentuan penanganan kabut asap yang berlaku di Sarawak. Selama sekolah ditutup, proses pembelajaran siswa dilanjutkan melalui sistem Pembelajaran dan Pengajaran Berbasis Rumah.
Baca Juga: Kebakaran Sungai Duri Hanguskan 50 Ruko, Kerugian Pasar Sungai Duri Capai Rp70 Miliar
JPBN Sarawak menyebut kebijakan itu menjadi bagian dari langkah perlindungan terhadap siswa ketika kualitas udara mencapai tingkat yang membahayakan kesehatan.
"Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak," tulis JPBN Sarawak dikutip dalam keterangan resminya, pada Jumat, 21 Agustus 2026.
"Sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," tambahnya.
Dampak Karhutla Kalimantan tidak hanya terlihat dari penutupan sekolah. Sebaran Kabut Asap juga membuat kualitas udara di sejumlah kawasan Sarawak berada pada level yang perlu diwaspadai.