Angka 201 hingga 300 masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara nilai lebih dari 300 dikategorikan berbahaya.
"Kelompok berisiko tinggi, termasuk anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan masalah pernapasan atau jantung, harus membatasi paparan mereka terhadap udara yang tercemar," tandasnya.
Dampak Karhutla Kalimantan dengan demikian turut menjadi perhatian di wilayah perbatasan karena Kabut Asap telah memengaruhi kualitas udara di sejumlah kawasan Sarawak.
Penutupan 108 Sekolah menjadi salah satu dampak langsung yang dirasakan masyarakat Malaysia, sementara 13 Wilayah tercatat mengalami kondisi udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat.***