Penyisiran Hari Pertama Belum Berbuah Hasil
Operasi pencarian terhadap 5 jurnalis dan tiga awak kapal mulai dilakukan pada Selasa, 8 September 2026. Namun, pencarian hari pertama belum menghasilkan petunjuk mengenai keberadaan speedboat Arupadhatu 1.
Pada hari kedua, Tim SAR Gabungan kembali memperluas area penyisiran dengan mengerahkan empat SRU. Upaya tersebut diperkuat penggunaan sejumlah alutsista, termasuk drone thermal, sementara pencarian melalui helikopter atau pesawat belum memungkinkan akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.
Hingga Rabu, 9 September 2026, pencarian masih berlangsung di perairan sekitar lokasi terakhir hilang kontak. Tim di lapangan terus menyesuaikan pola penyisiran dengan kondisi cuaca, arus, gelombang, dan informasi terbaru yang diperoleh selama operasi.***