Kondisi SDN Mboeng kemudian semakin menjadi perhatian karena sekolah tersebut diketahui menerima perangkat pembelajaran digital berupa papan interaktif Smart TV.
Pemberian perangkat itu memunculkan pertanyaan karena fasilitas kelistrikan sekolah disebut belum memadai untuk mengoperasikannya.
"Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, bantuan yang datang justru sebuah smart TV," terang postingan serupa.
"Perangkat itu pun belum bisa digunakan karena sekolah tidak memiliki daya listrik yang memadai," tandasnya.
Baca Juga: Kebakaran RSSA Malang, 45 Pasien Anak Dievakuasi hingga Ruang Perawatan Masih Tercium Asap
Catatan Dapodik Sebut SDN Mboeng Punya Sumber Listrik
Mengenai persoalan listrik, Salim menjelaskan terdapat perbedaan antara informasi yang beredar dengan data administrasi pendidikan. Berdasarkan data pokok pendidikan atau Dapodik, SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik.
"Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran," terangnya.
Dengan kondisi tersebut, revitalisasi SDN Mboeng tidak hanya berkaitan dengan ruang belajar, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan fasilitas pendidikan secara lebih luas.
Program Revitalisasi Menyasar 1.487 Sekolah di NTT
SDN Mboeng bukan satu-satunya sekolah yang mendapatkan program revitalisasi. Kemendikdasmen menyebut terdapat 1.487 satuan pendidikan di NTT yang menjadi sasaran revitalisasi pada 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan program pada 2025 yang mencakup 580 satuan pendidikan.
Salim menyebut peningkatan jumlah penerima revitalisasi tersebut diikuti dengan dukungan anggaran yang lebih besar pada tahun ini.
"Untuk 2026 ini jumlahnya lebih banyak. Anggaran mencapai Rp1,2 triliun," tandasnya.