Desi menyebut sejumlah nelayan turut bergerak dan memberikan informasi mengenai kondisi di sekitar lokasi. Bagi keluarga, keberadaan nelayan menjadi bagian penting dalam memantau perkembangan pencarian karena mereka memahami karakter perairan setempat.
Kondisi tersebut membuat pencarian jurnalis hilang kontak di Perairan Banten tidak hanya dipantau melalui pergerakan kapal-kapal pencari, tetapi juga informasi dari pihak lain yang berada di kawasan tersebut.
Keluarga berharap area pencarian dapat terus diperluas, terutama terhadap wilayah yang belum tersentuh dalam operasi. Informasi dari Basarnas juga masih ditunggu untuk mengetahui perkembangan terbaru pencarian.
Sebelumnya, jurnalis hilang kontak tersebut diketahui melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau. Sampai hari kelima, keberadaan lima jurnalis bersama tiga kru kapal masih dalam pencarian.
Desi mengatakan keluarga juga telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah mengenai perkembangan kondisi para korban. Sementara itu, operasi Tim SAR Gabungan masih berlanjut di Perairan Banten untuk mencari seluruh penumpang dan kru Arupadhatu 1.
Hingga berita ini diterbitkan, keluarga masih menunggu informasi terbaru mengenai pencarian 8 orang tersebut.***