Menurut Heri, Ponpes Ash-Asholihah juga merasa dirugikan oleh narasi yang berkembang di tengah masyarakat setelah kasus dugaan pemerkosaan santriwati tersebut mencuat.
Baca Juga: SDN Mboeng NTT yang Viral Akhirnya Direvitalisasi, Sekolah Berdinding Bambu Kini Masuk Program 2026
"Kalau memang salah, salah. Kalau benar, benar. Maka kita turun di sini karena di sini itu pondok itu juga jadi korban," beber Heri.
"Bukan hanya kemudian narasi yang dibangun korbannya pihak sana, tidak," terangnya.
Dengan adanya laporan tersebut, proses hukum terkait dugaan pemerkosaan santriwati kini menjadi ranah aparat kepolisian. Pihak pesantren menyatakan siap mengikuti proses yang berjalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat klarifikasi resmi dari keluarga FN maupun keterangan dari kepolisian terkait tanggapan atas versi yang disampaikan Ponpes Ash-Asholihah.***