daerah

Siswi Karo Diduga Keracunan MBG Dirawat di RSCM, Dokter Pastikan Memori dan Fungsi Otaknya Baik

Kamis, 17 September 2026 | 14:28 WIB
Ilustrasi - Dokter RSCM memastikan siswi Karo yang diduga keracunan MBG tidak mengalami gangguan fungsi otak dan memori setelah diperiksa. (Instagram/sudaru_sudaryono )

JAKARTA, Mediapriangan.com - Kondisi salah satu siswi asal Karo, Sumatera Utara, yang diduga menjadi korban keracunan MBG mendapat penjelasan dari tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter memastikan tidak ditemukan gangguan fungsi otak pada siswi tersebut. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan kondisi memori jangka pendek dan jangka panjangnya dalam keadaan baik.

Siswi Karo tersebut sebelumnya dirujuk ke RSCM bersama seorang siswi lainnya sejak Sabtu, 12 September 2026. Keduanya menjalani perawatan setelah diduga mengalami dampak dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG pada pertengahan Agustus 2026.

Baca Juga: Nusron Wahid dan Raja Juli Antoni dalam Pusaran Kasus, Kapan Prabowo Mengevaluasi Dua Menterinya?

Direktur Medik dan Keperawatan RSCM Renan Sukmawan menjelaskan, kedua pasien datang dalam kondisi stabil sehingga tidak membutuhkan perawatan di ruang intensif.

“Jadi, kedua pasien datang ke RSCM tidak dalam kondisi memerlukan perawatan intensif. Pasien dapat berkomunikasi dan berkontak dengan baik,” ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSCM Renan Sukmawan dalam konferensi pers bersama awak media di RSCM pada Rabu, 16 September 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi awal kedua siswi saat tiba di RSCM. Sebelumnya, beredar informasi mengenai salah satu siswi yang disebut mengalami gangguan fungsi otak dan kehilangan ingatan hingga 70 persen.

Baca Juga: Komponen 96 Kritik Kinerja Pemkot Tasikmalaya, DPRD Disorot soal Fungsi Pengawasan

Pemeriksaan Fungsi Otak

Untuk memastikan kondisi siswi Karo, tim dokter melakukan sejumlah pemeriksaan. Evaluasi dilakukan melalui wawancara terhadap pasien dan keluarga, penelusuran data perawatan sebelumnya, serta pemeriksaan elektroensefalografi atau EEG.

Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak RSCM, Setyo Handryastuti, menyampaikan hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya gangguan fungsi otak.

“Dari hasil wawancara, pemeriksaan, dan EEG, Insya Allah saya bisa pastikan bahwa tidak ada gangguan fungsi otak pada ananda yang pertama ya (F),” kata Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Neurologi Anak, Setyo Handryastuti dalam kesempatan yang sama.

Menurut Setyo, kondisi tersebut membuka peluang bagi siswi untuk kembali menjalani aktivitas seperti sebelumnya setelah proses penanganan selesai.

“Jadi, Insya Allah, ke depannya, ananda bisa bersekolah kembali, bisa beraktivitas kembali, bisa ceria kembali. Jadi, saat ini kita fokus untuk tata laksana ananda pertama ini ke depannya,” lanjutnya.

Halaman:

Tags

Terkini