daerah

Kota Tasikmalaya Kembali Jadi Terbaik Jawa-Bali, TPID Award 2026 Pertahankan Prestasi Dua Tahun Beruntun

Jumat, 25 September 2026 | 15:36 WIB
Kota Tasikmalaya kembali meraih TPID Award 2026 sebagai terbaik Jawa-Bali. Penghargaan diterima Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan (tengah) di Jakarta, Kamis, 24 September 2026. (Dok. BI Tasikmalaya)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Kota Tasikmalaya kembali mencatat prestasi di tingkat nasional melalui penghargaan TPID Awards 2026. Daerah ini ditetapkan sebagai TPID Kabupaten atau Kota Berkinerja Terbaik Kawasan Jawa-Bali.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah atau P2DD 2026 di Jakarta International Convention Center, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Yang membuat capaian ini semakin berarti, Kota Tasikmalaya berhasil mempertahankan predikat yang sama seperti tahun sebelumnya. Artinya, penghargaan TPID Awards 2026 menjadi prestasi dua tahun berturut-turut bagi Kota Tasikmalaya.

Baca Juga: Priangan Timur Raih 4 Prestasi Nasional, Pengendalian Inflasi dan Digitalisasi Daerah Makin Diperkuat

Wali Kota Tasikmalaya H. Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bersinergi dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan masyarakat,” ujar Viman.

Bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi catatan prestasi. Capaian itu juga menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi pengendalian inflasi agar dampaknya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Baca Juga: Kabupaten Tasikmalaya Raih TPID Award 2026, Dua Tahun Beruntun Jadi Terbaik Jawa-Bali

Empat prestasi nasional diraih Priangan Timur dari pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah, menandai penguatan sinergi pemerintah dan Bank Indonesia. (Dok. BI Tasikmalaya)

Pengendalian inflasi di Kota Tasikmalaya melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah, perangkat daerah, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha hingga distributor.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia, harga berada pada tingkat yang terjangkau, serta distribusi komoditas berjalan tanpa hambatan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya juga terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas. Koordinasi lintas sektor dilakukan untuk menentukan langkah yang diperlukan ketika muncul tekanan terhadap harga pangan.

Salah satu upaya yang terus didorong adalah gerakan pangan murah. Intervensi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membantu menjaga keterjangkauan harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Ciamis Borong 2 Penghargaan dalam Sehari, Herdiat Bawa Pulang Prestasi Digitalisasi dan Pelayanan Adminduk

Halaman:

Tags

Terkini

Enam Jalan Belum Beres, Warga Kembali Menunggu

Kamis, 24 September 2026 | 15:52 WIB

SOR Mangunreja Dikebut, Rp72 Miliar Siap Digelontorkan

Kamis, 24 September 2026 | 12:16 WIB