KALTIM, Mediapriangan.com - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas sekolah hingga kesehatan warga.
Di Kalimantan Barat atau Kalbar, Pemerintah Kota Pontianak masih menerapkan pembelajaran secara daring untuk mengurangi aktivitas anak di tengah kabut asap yang pekat.
Sementara di Kalimantan Timur atau Kaltim, kegiatan belajar mengajar di sekolah masih diliburkan. Pemerintah setempat juga membagikan masker untuk mendukung aktivitas warga di luar ruangan.
Kebijakan tersebut diterapkan seiring kondisi udara yang masih terdampak asap karhutla di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kembali Pekat di Kalsel, Jarak Pandang Warga Menurun, Banjarmasin Perpanjang PJJ
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud mengatakan, kegiatan belajar mengajar masih diliburkan meski kondisi secara umum dinilai aman.
"Saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kami liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," ujar Rudy dikutip dalam keterangannya, pada Rabu, 23 September 2026.
Menurut Rudy, penanganan karhutla di Kaltim sejauh ini masih terkendali meskipun terdapat banyak titik panas. Pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda terus melakukan penanganan, terutama dengan dukungan TNI dan Polri.
"Walaupun titik hotspot-nya paling banyak, tetapi penanganannya berkat kerja sama seluruh Forkopimda, terutama TNI-Polri, semuanya bisa terkendali," sebut Rudi.
Baca Juga: 4.987 Warga Pekanbaru Kena ISPA di Tengah Asap Karhutla, Pasien Harian Naik Hampir 2 Kali Lipat
Meski sekolah diliburkan, program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Kaltim tetap dipastikan berjalan.
Ketika ditanya mengenai mekanisme penyaluran MBG kepada siswa selama kegiatan belajar mengajar dihentikan, Rudy mengaku belum mengetahui secara rinci teknis pelaksanaannya di lapangan.
"Kalau yang libur, kalau yang libur tentunya saya enggak tahu persis, ya, teknisnya yang di lapangan kalau untuk MBG ini," ujar Rudy.
"Tapi untuk di seluruh Kalimantan Timur, MBG tetap menjadi prioritas," ungkapnya.