Karhutla Kaltim dan Kalbar Ganggu Sekolah, Asap Picu ISPA hingga Pembelajaran Daring

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 27 September 2026 | 13:13 WIB
Karhutla Kaltim dan Kalbar masih berdampak pada pendidikan. Sekolah diliburkan dan pembelajaran daring diterapkan akibat kabut asap. (Instagram.com/undercover.id)
Karhutla Kaltim dan Kalbar masih berdampak pada pendidikan. Sekolah diliburkan dan pembelajaran daring diterapkan akibat kabut asap. (Instagram.com/undercover.id)

Baca Juga: Karhutla Kayong Utara Belum Padam, Selang Tak Sampai Titik Api hingga Petugas Harus Basahi Area Agar Api Tak Merembet

Rudy juga menyebut Kaltim bukan termasuk enam provinsi yang disebut saat ini paling mendominasi karhutla, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi.

"Masih ada. Masih ada, tetapi semuanya masih dalam kondisi yang terkendali, aman terkendali karena masih kemarau untuk di Kaltim," tuturnya.

Menurut Rudy, meski asap masih ditemukan, kondisi udara di Kaltim masih berada dalam kategori aman. Sementara itu, situasi berbeda terjadi di Kalbar. Kabut asap yang masih pekat membuat Pemerintah Kota Pontianak mempertahankan kebijakan pembelajaran daring bagi siswa.

Baca Juga: Langit Kuning Selimuti Barito Utara, Kabut Asap Karhutla di Kalimantan Tengah Ganggu Aktivitas Warga

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan sekolah tingkat TK, SD, dan SMP masih menjalankan kegiatan belajar secara daring karena kondisi udara belum membaik.

"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik," kata Edi dalam keterangannya pada akhir Agustus 2026 lalu.

"Karena kabut asap sampai saat ini masih pekat," sambungnya.

Kebijakan sekolah tersebut juga berkaitan dengan kondisi kesehatan masyarakat. Edi mengatakan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Pontianak mengalami peningkatan.

"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," bebernya.

Baca Juga: Karhutla Jatim Makin Meluas, Gunung Buthak-Kawinajang Terbakar 1.000 Hektare, Water Bombing Terkendala Angin

Di tengah kondisi karhutla yang masih berdampak pada kualitas udara, pelayanan pemerintahan di Pontianak tetap berlangsung.

"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," terangnya.

Edi juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker dianjurkan apabila warga terpaksa harus beraktivitas di luar rumah.

"Masyarakat juga diimbau harus membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik, dan menggunakan masker jika terpaksa harus ke luar," tandas Edi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Enam Jalan Belum Beres, Warga Kembali Menunggu

Kamis, 24 September 2026 | 15:52 WIB

SOR Mangunreja Dikebut, Rp72 Miliar Siap Digelontorkan

Kamis, 24 September 2026 | 12:16 WIB
X