TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Duka mendalam menyelimuti jurnalistik Tasikmalaya. Wartawan senior Metro TV Kontributor Tasikmalaya, yang juga Ketua Ikatan Jurnalis TV Indonesia (IJTI) Tasikmalaya Hendra Herdiana tutup usia di usia 50 tahun pada Sabtu (27/9/2026) sekitar pukul 22:00 WIB.
Beliau wafat saat melakukan perawatan intensif di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya karena menderita sakit paru. Sebelumnya almarhum juga sempat dirawat di RS Hermina Tasikmalaya selama beberapa hari.
Kondisinya yang terus menurun membuat keluarga merujuknya ke RSUD dr. Soekardjo untuk perawatan lebih intensif, namun takdir berkata lain. Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah.
Baca Juga: Ari Lasso Siap Hibur Reuni SMAN 5 Kota Tasikmalaya, 12 Lagu Disiapkan untuk Alumni
Kepergian almarhum yang begitu cepat meninggalkan duka mendalam bagi anak istri, keluarga, kerabat, dan rekan-rekan jurnalis di Tasikmalaya.
Sosok Hendra yang akrab dipanggil Ayah Hendra dikenal sebagai jurnalis senior berdedikasi tinggi, tanggung jawab serta pekerja keras tanpa mengenal waktu, ramah kepada siapa saja, dan selalu totalitas menjalankan tugas jurnalistik di lapangan.
Dalam kiprahnya selama bertahun-tahun menjadi kontributor Metro TV, almarhum banyak melahirkan karya jurnalistik informatif dan berkualitas untuk masyarakat Tasikmalaya.
Rekan-rekan mengenang Ayah Hendra sebagai senior ayah yang baik hati, suka membantu junior, tidak pelit ilmu, dan selalu memberi motivasi.
Almarhum juga berkiprah sebagai ketua salah satu yayasan sosial bernama "Gema Kalam Insani" yang selalu menyalurkan bantuan kepada fakir miskin, anak yatim, panti jompo yang berada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta beberapa daerah di sekitarnya.
Jenazah almarhum sempat disemayamkan di rumah duka di kawasan Lingkar Dadaha, Kota Tasikmalaya.
Sejumlah pelayat dari kalangan jurnalis, pejabat, sahabat, tetangga, organisasi profesi, dan masyarakat umum berdatangan sejak pagi untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan kepergian almarhum.
Meski terlihat tabah, istri dan anak-anak almarhum terlihat sangat terpukul dan tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian kepala keluarga yang selama ini menjadi tulang punggung dan panutan keluarganya.