daerah

Identitas Jenazah di Pulau Enggano Terungkap, Surakman ABK Arupadhatu 1 Segera Dipulangkan

Senin, 28 September 2026 | 15:01 WIB
Surakman, ABK Arupadhatu 1, teridentifikasi dari jenazah di Pulau Enggano melalui tes DNA. Jenazah segera dipulangkan ke Banten. (Dok. Kantor SAR Bantren)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Banten, Amrad, mengatakan operasi pencarian telah dilakukan sesuai tahapan dan sempat diperpanjang setelah evaluasi.

“Masalah pencarian ulang atau tidak, secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama tujuh hari. Dalam tujuh hari, kita sudah perpanjang tiga hari. Di tujuh hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14, setelah evaluasi, kita perpanjang tiga hari,” jelas Amrad.

Dalam pencarian tersebut, tim belum menemukan tanda lain yang berkaitan dengan speedboat yang dilaporkan hilang. Informasi pencarian juga disebarluaskan kepada sejumlah pihak yang berada di kawasan pesisir.

Baca Juga: SAR Arupadatu I Dihentikan, Keluarga Firdaus Wajidi Ikhlaskan Kepergian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

“Jadi, e-broadcast dan pemapelan itu kami libatkan dengan stasiun radio pantai, termasuk para nelayan, termasuk masyarakat yang ada di sekitar pesisir Lampung,” sambungnya.

Identitas Surakman kemudian dipastikan melalui tes DNA setelah proses pemeriksaan terhadap jenazah. Hasil tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk memulangkan jenazah ke pihak keluarga.

Rencananya, jenazah Surakman akan diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 24 September 2026.

“Akan kita terima bersama Gubernur, Pak Kapolda, dan tim terpadu akan menyambut kedatangan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta,” kata Hengky.

Jenazah selanjutnya direncanakan dibawa ke Banten untuk dimakamkan di TPU Ki Demang, Carita, pada siang hari.

Baca Juga: SAR Arupadatu I Dihentikan, Keluarga Firdaus Wajidi Ikhlaskan Kepergian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang berada dalam KM Arupadhatu 1. Kapal tersebut sebelumnya membawa lima jurnalis untuk melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau sebelum mengalami hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Selain Surakman sebagai ABK, terdapat Warta yang bertugas sebagai kapten kapal dan Heriyanto sebagai guide. Lima jurnalis yang berada dalam kapal tersebut yakni M. Bagus Khoerunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis freelance.

Penemuan jenazah di Pulau Enggano menjadi perkembangan terbaru dalam pencarian korban KM Arupadhatu 1. Proses tes DNA kemudian mengungkap bahwa jenazah tersebut adalah Surakman, ABK kapal yang sebelumnya dilaporkan hilang.***

Halaman:

Tags

Terkini