TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (Milangkala) ke-4 paguyuban pelestari budaya Sunda, ratusan ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Panglawungan Ambu Midang memadati kawasan Gedung Kesenian Dadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu (30/9/2026).
Dengan anggun, para anggota yang akrab disapa para Ambu ini tampil memukau mengenakan pakaian adat tradisional Sunda, lengkap dengan kebaya, kain sinjang, serta payung geulis khas Tasikmalaya yang menjadi simbol kebanggaan lokal.
Ketua panitia acara Ambu Midang Elis Darlianim, menyatakan perayaan tahun ke-4 paguyuban pelestari budaya sengaja dipusatkan di Kompleks Olahraga dan Kesenian Dadaha sebagai ruang publik yang dinamis.
"Selain mempererat tali silaturahmi antar-Ambu dari berbagai wilayah, momentum milangkala ini menjadi bukti nyata konsistensi kaum perempuan di Kota Tasikmalaya dalam menjaga, memelihara, dan mengenalkan nilai-nilai luhur tradisi Sunda kepada generasi muda," ujar Elis.
Kegiatan dimeriahkan oleh penampilan tarian kolosal tradisional yang dibawakan secara serempak oleh para Ambu, peragaan busana adat Sunda, hingga unjuk kreasi kesenian lokal.
Tampilan khas Panglawungan Ambu Midang menyedot perhatian warga sekitar serta para pengunjung kompleks Dadaha yang antusias menyaksikan rangkaian acara dari dekat.
Panglawungan Ambu Midang ujar Elis, selama ini dikenal aktif menjadi salah satu pilar penggerak kebudayaan di Tasikmalaya.
Komunitas ini kerap menjadi sorotan publik lewat keterlibatan massal mereka dalam helaran budaya berskala besar, seperti peringatan hari jadi Kota Tasikmalaya di tahun-tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah kami selalu dilibatkan dalam berbagai event perhelatan di Kota Tasikmalaya. Termasuk pada kegiatan Tasik Oktober Festival dengan tampilan ribuan Ambu midang," katanya.
Lanjut Elis, melalui peringatan ulang tahun yang ke-4 ini, Panglawungan Ambu Midang berharap dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta elemen masyarakat lainnya guna menghidupkan ekosistem seni dan budaya di Kota Tasikmalaya agar tidak lekang oleh gerusan zaman.
Baca Juga: 32 Paralegal Kota Tasikmalaya Terima Sertifikat, Diky Chandra Dorong Jadi Jembatan Bantuan Hukum