Dalam penanganan banjir Padang, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Selain mengevakuasi warga, petugas juga membantu mengamankan barang-barang berharga dari rumah yang terdampak genangan.
Baca Juga: Kabut Asap Palembang Makin Parah, ISPU Tembus 1.203, Warga Mengeluh Sulit Bernapas
Lima Rumah Dilaporkan Rusak
Dampak banjir tidak hanya berupa genangan di permukiman. Laporan sementara yang dipublikasikan pada Minggu, 11 Oktober 2026, menyebut empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat.
Akses jalan masyarakat di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, juga dilaporkan terputus. Kondisi ini menambah tantangan bagi masyarakat dan petugas dalam menjangkau wilayah terdampak.
Hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu banjir di sejumlah kawasan. Warga yang tinggal di dekat aliran sungai maupun daerah rawan genangan perlu memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, terutama jika hujan kembali turun dan debit air meningkat.
BPBD Minta Warga Pantau Kondisi Sungai
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan kawasan rawan banjir agar tetap waspada. Warga diminta memantau kondisi sekitar serta mengikuti arahan petugas apabila situasi memburuk.
Data mengenai 498 warga terdampak banjir dan 238 orang yang telah dievakuasi masih merupakan pendataan sementara hingga Sabtu malam.
Perkembangan kondisi genangan, kebutuhan pengungsian, dan kerusakan bangunan perlu merujuk pada pembaruan resmi BPBD serta Pemerintah Kota Padang.***