Selain itu juga, tidak sedikit dari para pengguna kendaraan dalam pengaruh alkohol atau minuman keras yang memabukkan.
Atau juga bisa karena terus memaksakan diri membawa kendaraan dalam keadaan kelelahan yang menyebabkan rasa mengantuk yang berat, sehingga dapat menimbulkan kecelakaan itu terjadi.
Faktor yang kedua, faktor kendaraan. Faktor ini dapat terjadi dikarenakan kurang memperhatikan dan merawat kondisi kendaraan.
Kebanyakan dari kecelakaan faktor ini yaitu penyebabnya karena rem blong, atau bagian lainnya yang dapat menyebabkan kecelakaan.
Selanjutnya faktor ketiga, yaitu faktor jalan. Jalan dengan kondisi yang kurang baik, seperti jalan rusak atau berlubang dapat membahayakan pengguna jalan.
Kondisi jalan berlubang ini merupakan kondisi yang kurang baik, karena biasanya jalan yang berlubang ini kurang terlihat sehingga pengguna tidak dapat menghindarinya.
Kemudian selanjutnya yaitu faktor kondisi lingkungan, dimana ketika jalan tersebut sedang atau telah turun hujan yang dapat mempengaruhi kendaraan ataupun pengguna kendaraan mengalami kecelakaan.
Dengan kondisi seperti itu pengguna kendaraan dapat mengakibatkan pandangan mata menjadi buram atau dapat juga jalan tersebut menjadi licin.
Selain itu juga jika kondisi lingkungan berasap dan berkabut juga dapat mengganggu, seperti di daerah pegunungan.
Dari beberapa faktor tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran untuk dapat memitigasi risiko kecelakaan saat berkendaraan.
Dalam manajemen risiko terdapat materi mengenai mitigasi risiko, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) risiko yaitu suatu akibat yang kurang baik atau menyenangkan dari suatu perbuatan atau tindakan.
Dapat disimpulkan bahwa mitigasi risiko adalah suatu tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak dari suatu kejadian yang kurang menyenangkan dan yang tidak diharapkan.
Dengan adanya mitigasi ini dapat kita aplikasi dalam risiko kecelakaan saat berkendaraan, sehingga dapat mengurangi atau menghindari akibat fatal dari kecelakaan tersebut.
Begitu pula dengan kejadian yang terjadi dari kecelakaan di jalan tol Pejagan-Pemalang tersebut, dapat kita kaitkan dengan mitigasi risiko, agar kedepannya tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi.
Dalam kasus mitigasi risiko bahaya kecelakaan ini, mereka harus mengambil tindakan yang tepat untuk memitigasi risiko bahayanya.