Untuk menghilangkan risiko sepenuhnya memang sulit, namun setidaknya dapat meminimalisir atau mengurangi tingkat risiko yang tinggi.
Beberapa risiko bahaya akan dikaitkan dengan persyaratan peraturan dan dapat dianggap sebagai risiko kepatuhan (Paul Hopkin and Clive Thompson).
Kecelakaan memang bukan suatu hal atau kejadian yang bisa kita duga dengan mudah, kapan dan dimana itu akan terjadi.
Suatu musibah itu terjadi atas kehendak yang Maha Kuasa, namun kita sebagai makhluk-Nya memiliki tugas untuk dapat mempersiapkan segala hal yang bisa saja terjadi.
Mengenai kecelakaan yang terjadi di Indonesia itu semakin meningkat dari waktu ke waktu. Namun, apabila kita sudah dapat mengetahui risiko yang dapat terjadi, kenapa tidak kita terapkan saja.
Maka, dengan begitu risiko kemungkinan yang terjadi dapat berkurang bahkan bisa saja terhindar. Maka perlu yang namanya mitigasi risiko dalam hal apapun termasuk kecelakaan.
Mitigasi risiko yang dapat dilakukan untuk mengurangi atau menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan. Hal itu, justru sebenarnya adalah hal-hal yang selama ini sering disepelekan banyak orang.
Seperti melakukan pembakaran lahan yang disisi bagian terdekat jalan, sehingga asap tersebut begitu dekat dengan jalanan dan menyebabkan pandangan menjadi kabur.
Jika pembakaran lahan itu di titik bagian yang jauh dari jalan tersebut setidaknya dapat terkurangi atau tidak setebal yang terjadi di jalan tol Pejagan-Pemalang itu.
Kemudian cara yang lainnya adalah dengan mengurangi kecepatan pada kendaraan yang digunakan, supaya ketika ada sesuatu yang sedang terjadi dapat menghindarinya.
Apabila membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi, ketika ada kejadian di depan itu belum tentu dapat dihindari. Karena melakukan rem secara mendadak juga tidak baik dilakukan.
Sehingga, meski ada asap yang tebal, dengan kecepatan yang tidak begitu tinggi, kecelakaan yang terjadi tentu tidak begitu berisiko untuk diri sendiri ataupun pengguna lainnya.
Sebagai pengguna harus lebih memperhatikan beberapa faktor yang disebutkan diatas tadi dengan baik dan cermat, jangan sampai menyepelekan faktor-faktor tersebut.
Karena kendaraan pun perlu yang namanya pengecekan atau perhatian, agar dapat diketahui dan mencegah risiko. Membawa kendaraan utamakanlah keselamatan.
Seperti memakai sabuk pengaman saat berkendaraan, menghindari atau tidak menggunakan handphone saat sedang membawa kendaraan.