Mediapriangan.com-Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, Provinsi telah mampu menghadirkan kurikulum anti radikalisme dan anti terorisme di SMA dan SMK. Sehingga Jabar layak disebut sebagai provinsi Pembumian Pancasila.
Ditegaskan, tahun 2022 Jabar merupakan satu-satunya provinsi yang menghadirkan kurikulum anti radikalisme dan anti terorisme di SMA/SMK.
Tujuannya, jelas pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini, adalah untuk membentengi generasi-generasi Jabar dari hal-hal yang menjauhkan dari Pancasila.
Hal itu diutarakan Kang Emil, saat menghadiri pembukaan Senam Sehat dan Gerak Jalan Jabar Bangkit dalam rangka Peringatan HUT ke-50 PDI Perjuangan di halaman depan Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu, 28 Januari 2023.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki dan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan TB. Hasanuddin.
"Jabar juga memiliki program revolusi mental yang diimplementasikan lewat Jabar Masagi, sebuah model pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan paripurna," sambung Kang Emil.
Program tersebut kata dia, telah berjalan sukses dan terlihat dari hasil survei mengenai indeks toleransi di Jabar.
"Hasil survei menyebutkan rata-rata di atas 90 persen warga Jabar menyatakan siap untuk berdampingan dengan mereka yang berbeda dalam urusan agama maupun kegiatan keagamaan di lingkungannya," tutur Ridwan Kamil.
Artinya tambah dia, Jabar secara umum adalah masyarakat yang sangat Pancasilais dan toleran terhadap keberagaman.
Baca Juga: TV Milik Andre Taulany Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya
Kang Emil juga melaporkan, bahwa Jabar termasuk provinsi yang terbanyak memiliki Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dengan jumlah 110 ekspresi budaya yang diakui sebagai WBTB nasional.
Dalam konteks pembangunan, sebut dia, sampai akhir Desember 2022, Jabar menerima 480 penghargaan, di antaranya perencanaan pembangunan ranking satu dari Bappenas, kinerja PNS terbaik, keterbukaan pers serta keterbukaan informasi pembangunan.