"Mudah-mudahan segera terealisasi untuk menambah ketenangan bagi masyarakat, termasuk yang paling utama adalah mengembalikan estetika bibir pantai di ODTW," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi terdampak gelombang pasang di pesisir pantai selatan.
"Selain untuk memastikan adanya penurunan ketinggian gelombang, kami juga turut membantu nelayan menangani dampaknya. Seperti kerusakan perahu di Dermaga Pamayangsari, Sindangkerta," katanya.
Kapolres menyebutkan, setelah air laut mulai surut, aktivitas nelayan nampak sudah kembali normal.
“Kami sudah menyampaikan, agar nelayan untuk sementara tidak melaut dulu. Karena gelombang terlihat masih tinggi,” ucap Suhardi.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi menginformasikan bahwa saat ini, ketinggian gelombang di Pantai Cipatujah berada di kisaran 1 hingga 2 Meter.
"Bagi nelayan, ketinggian gelombang seperti itu sudah dianggap normal dan bukan ancaman. Maka wajar jika ada nelayan yang memaksakan diri melaut lagi," kata Dedi.
Namun sebagai antisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi, para nelayan di sini memilih untuk tidak melaut dulu.
Baca Juga: Inilah Cara Baznas Kabupaten Tasikmalaya Berdayakan UMKM Binaannya, Agar Lebih Dahsyat
"Mungkin mulai hari Sabtu atau Minggu besok, mereka mulai melaut. Karena pada hari Jumat, para nelayan libur," ujar Dedi.***
Artikel Terkait
Gelombang Pasang Menerjang Pesisir Pantai Laut Selatan Kabupaten Tasikmalaya, Sejumlah Fasilitas Publik Rusak