Beginilah Kerusakan Akibat Gelombang Pasang Di Pesisir Pantai Selatan Kabupaten Tasikmalaya

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Kamis, 1 September 2022 | 23:55 WIB
CEK LOKASI: Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto meninjau lokasi terdampak gelombang pasang di Dermaga Pamayangsari , Cipatujah. (Humas Polres Tasikmalaya)
CEK LOKASI: Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto meninjau lokasi terdampak gelombang pasang di Dermaga Pamayangsari , Cipatujah. (Humas Polres Tasikmalaya)

Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, melakukan pengukuran bibir pantai di salah satu ODTW Kecamatan Cipatujah.
Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, melakukan pengukuran bibir pantai di salah satu ODTW Kecamatan Cipatujah. (Dede Farhan Kamil)

"Mudah-mudahan segera terealisasi untuk menambah ketenangan bagi masyarakat, termasuk yang paling utama adalah mengembalikan estetika bibir pantai di ODTW," tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suhardi Hery Haryanto mengatakan, pihaknya telah meninjau lokasi terdampak gelombang pasang di pesisir pantai selatan.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pelaksanaan ANBK 2022 di SMA Negeri 1 Majalengka Berjalan Dengan Baik

"Selain untuk memastikan adanya penurunan ketinggian gelombang, kami juga turut membantu nelayan menangani dampaknya. Seperti kerusakan perahu di Dermaga Pamayangsari, Sindangkerta," katanya.

Kapolres menyebutkan, setelah air laut mulai surut, aktivitas nelayan nampak sudah kembali normal. 

“Kami sudah menyampaikan, agar nelayan untuk sementara tidak melaut dulu. Karena gelombang terlihat masih tinggi,” ucap Suhardi.

Baca Juga: Sidang Kasus Dugaan Penipuan, Terdakwa Minta Dibebaskan Agar Bisa Melunasi Utang Ke Artis Jhessica Vee

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Tasikmalaya, Dedi Mulyadi menginformasikan bahwa saat ini, ketinggian gelombang di Pantai Cipatujah berada di kisaran 1 hingga 2 Meter. 

"Bagi nelayan, ketinggian gelombang seperti itu sudah dianggap normal dan bukan ancaman. Maka wajar jika ada nelayan yang memaksakan diri melaut lagi," kata Dedi.

Namun sebagai antisipasi kemungkinan buruk yang akan terjadi, para nelayan di sini memilih untuk tidak melaut dulu.

Baca Juga: Inilah Cara Baznas Kabupaten Tasikmalaya Berdayakan UMKM Binaannya, Agar Lebih Dahsyat

"Mungkin mulai hari Sabtu atau Minggu besok, mereka mulai melaut. Karena pada hari Jumat, para nelayan libur," ujar Dedi.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X