Mediapriangan.com - 10 mantan narapidana teroris (Napiter) binaan Densus 88 Anti Teror Polri, menjadi peserta pelatihan manajemen pengelolaan masjid tentang trilogi kemasjidan dan majelis taklim, serta manajemen sistem informasi digital masjid, yang digelar PD DMI Kabupaten Tasikmalaya.
Kegiatan dipusatkan di Pondok Pesantren Darussalam, Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu, 26 November 2022 petang.
Kepesertaan mantan Napiter yang kini berada di dalam naungan Yayasan Ansharul Islam Tasikmalaya ini, adalah mereka yang selama ini bergerak menjadi pengurus masjid di beberapa wilayah di Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga: Jenis Kegiatan Peringatan HUT KORPRI 2022, Selain Upacara Bendera, Simak Apa Saja
Selain mantan Napiter binaan Densus 88, kegiatan pelatihan manajemen itu juga dihadiri seluruh pimpinan PD DMI Kabupaten, 39 Ketua PC DMI, 39 Ketua DKM besar kecamatan dan 39 Ketua Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM) se-Kabupaten Tasikmalaya serta sejumlah penyuluh agama.
Ketua PD DMI Kabupaten Tasikmalaya, KH. Dede Saeful Anwar mengatakan, menuju masjid makmur masyarakat subur, dipandang perlu melakukan kegiatan pelatihan trilogi Kemasjidan atau manajemen masjid yang mencakup idaroh, riayah dan takmir masjid secara berkelanjutan.
"Untuk yang kesekian kalinya, Kami melaksanakan kegiatan manajemen masjid dan pada kesempatan ini kami juga menggelar pelatihan manajemen majelis taklim, serta manajemen sistem informasi digital masjid," kata KH Dede.
Baca Juga: Simak Tujuan Pelaksanaan HUT Ke 51 KORPRI Tahun 2022, Cek No 2 Penting Jelang Pemilu 2024
Disebutkan, dalam kegiatan pelatihan tersebut, ada yang istimewa. Dimana beberapa mantan napiter terlibat sebagai peserta.
"Ini istimewa bagi kami, karena dalam kegiatan ini ada mantan Napiter yang selama ini memiliki sepak terjang tidak sedikit dalam memajukan masjid-masjid di Kampung halaman mereka masing-masing. Maka kita kuatkan pemahamannya tentang trilogi kemasjidan," tutur KH Dede.
Bahkan lanjut dia, Kepala Tim Satgas Densus 88 Wilayah Priangan Timur, Kompol Wahyono juga turut hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut.
Baca Juga: Doa di Hari Guru Nasional 2022, untuk Para Guru yang Menjadi Korban Gempa Bumi Cianjur
"Syukur alhamdulillah, Densus 88 ini sudah berkontribusi dengan mempotensikan para mantan Napiter, menjadi penggerak memakmurkan masjid," ucap KH Dede.
Menurutnya, mencermati kondisi hari ini dimana banyak masjid rusak, kemudian masjid bagus tetapi tidak terlihat aktivitas di dalamnya, serta imam masjid yang tidak mampu secara ekonomi, mendorong DMI untuk terus melakukan gerakan strategis sesuai misi menuju masjid makmur rakyat subur.
Artikel Terkait
DMI Kabupaten Indramayu Pelajari Strategi DMI Kabupaten Tasikmalaya
Berkah Ramadan, Bupati Tasikmalaya Bagikan 39 Motor Operasional Kerja PC DMI
Program Pemberdayaan Ekonomi Masjid DMI Kabupaten Tasikmalaya, 60 Persen Sukses
Di Milad Ke 50 DMI, Permata Bazar PEM Buktikan Keberdayaan Masjid Kian Bergelora
DMI Award Meriahkan Puncak Permata dan Milad Ke 50 DMI