Masyarakat Masih Lebih Mendengar Kyai dan Ajengan, Bupati Tasikmalaya Minta Rakyat Damai Jelang Pemilu 2024

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Rabu, 14 Desember 2022 | 22:08 WIB
 Bupati Tasikmalaya, H Ade Sugianto (Dede Farhan Kamil)
Bupati Tasikmalaya, H Ade Sugianto (Dede Farhan Kamil)

Mediapriangan.com- Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto menyebutkan, Februari 2024 memang masih cukup jauh, namun riak masyarakat Kabupaten Tasikmalaya jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, sudah mulai terasa. 

Sejumlah nama calon presiden termasuk anggota legislatif mulai jadi sorotan. Kelompok-kelompok masyarakat bahkan sudah mendeklarasikan dukungan terhadap salah satu calon presiden yang disebut-sebut sebagai pemimpin terbaik masa depan.

Aroma saling dukung-mendukung calon presiden pun kian terbaca. Di beberapa wilayah hingga pelosok Kabupaten Tasikmalaya sudah diwarnai dengan gerakan tanam baliho calon presiden.

Baca Juga: Jabar Stunting Summit 2022 Dibuka Resmi Wakil Gubernur, TPPS Kabupaten Ciamis Hadir di Stand Expo JJS 2022

Sebagai pembina politik Kabupaten Tasikmalaya, Ade Sugianto mengajak masyarakat bercermin dari Pemilu 2019. Dia berharap masyarakat hari ini lebih arif dan bijaksana dalam menyikapi seluruh perkembangan situasi politik jelang Pemilu.

Dia menekankan pentingnya menjaga ukhuwah (persatuan) dan persaudaran antar sesama umat, sebagai saudara sebangsa.

"Pilpres 2019 sudah lama berlalu, namun faktanya, suasana pertentangan antar warga akibat beda pilihan, masih tersisa hingga hari ini, sedangkan para jagoan yang didukungnya pun telah bersatu," kata Ade Sugianto, Rabu, (14/12/2022).

Baca Juga: Tertibkan Aset, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya Genjot Sertifikasi

Untuk itu, lanjut dia, dalam rangka mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, aman dan tentram, tentu saja bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi semua elemen masyarakat berkewajiban untuk menciptakan dan menjaga persaudaraan antar sesama. 

"Kami menyadari, di Kabupaten Tasikmalaya ini suara ulama lebih banyak didengar daripada pemerintah, maka kami berharap para kyai dan ajengan, untuk mengajak umat menjaga tali persaudaraan. Beda pilihan itu boleh tetapi jangan menjadi permusuhan," ujar Ade Sugianto. 

Dalam setiap kesempatan kumpul dengan masyarakat lanjut dia, baik di masjid, mushola, madrasah maupun tempat lainnya, diharapkan para kyai dan ajengan ini menyuarakan dan menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan bersama-sama menciptakan kedamaian minimal di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Wisata Alam Villa Khayangan Bogor, Liburan Sambil Ngadem Bersama Keluarga

Dia menegaskan, bahwa Pemilu bukanlah ajang peperangan. Pemilu adalah kontestasi yang tidak satupun dapat menjamin bahwa calon A akan lebih baik dari pada calon B atau dengan calon lainnya. Partai yang satu dengan partai lainnya. 

"Dalam kontestasi nanti, semua calon berikhtiar untuk menjadi yang terbaik. Silahkan masyarakat memilihnya sesuai hati nurani. Yang terpenting adalah tetap menjaga keberlangsungan bernegara, berpemerintah dan bermasyarakat," ucap Ade Sugianto.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X