Baca Juga: BCA Gate Dan Skandal BLBI Kembali Mencuat, Ekonom Senior Desak Pemerintah Bentuk Timsus
Ia berargumentasi, jika rakyat membayar utang obligasi rekap setiap tahun lewat APBN, sementara dividen jumbo mengalir terus ke segelintir pemilik modal, maka pertanyaan tentang keadilan tak bisa lagi dianggap tabu.
Alasan demi stabilitas pasar terang Fauzan, bukanlah langkah tepat penghindaran audit ulang.
"Publik berhak tahu, apakah bailout BCA saat itu benar demi menyelamatkan sistem perbankan nasional atau demi menyelamatkan segelintir konglomerat yang saat ini turut melahirkan konglomerat-konglomerat baru?" kata Fauzan.***
Artikel Terkait
Bailout BCA Disorot Lagi, Saham Rp5 Triliun Kini Bernilai Rp685 Triliun, Wajarkah Peninjauan Ulang Dilabeli 'Sesat'?
Utang BLBI dan Saham BCA, Disuntik Rp87 Triliun, Dijual Rp10 Triliun, Negara Disebut Rugi Rp78 Triliun
Tarif Baja-Aluminium AS Diperluas, dari Suku Cadang Mobil hingga Furnitur Kini Wajib Bayar Bea Tinggi
KPK Ungkap Kerugian Rp200 Miliar Kasus Korupsi Bansos, Nama Rudy Tanoesoedibjo dan 3 Orang Dicegah ke Luar Negeri
OJK Cabut Izin Usaha BPR Disky Surya Jaya di Deli Serdang, LPS Putuskan Likuidasi Usai Gagal Penyehatan
Kasus Korupsi Bansos PKH 2020, KPK Tetapkan 3 Tersangka hingga Cekal Kakak Hary Tanoesoedibjo