Mediapreneur Talks Promedia 2025 di Tasikmalaya Angkat Isu Jurnalisme Digital, Optimisme Bagi Pelaku Industri Media

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 7 November 2025 | 11:15 WIB
Foto bersama peserta dan narasumber dalam event Mediapreneur Talks Promedia 2025 di Hotel Santika Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 6 November 2025.  (Dok. Promedia)
Foto bersama peserta dan narasumber dalam event Mediapreneur Talks Promedia 2025 di Hotel Santika Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis, 6 November 2025. (Dok. Promedia)

Sementara itu, Ketua Komite Publisher Right (KTP2JB), Suprapto Sastro Atmojo, menyoroti peluang baru bagi perusahaan media melalui kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Bincang Hangat Mediapreneur Talks di Surabaya, CEO Promedia Ajak Para Jurnalis Optimis Bangun Industri Media

“Perusahaan pers yang belum terverifikasi tapi sudah menjadi badan hukum, sehingga bisa mendapatkan benefit (manfaat) dengan adanya Perpres,” ungkap Suprapto.

Suprapto menjelaskan, program pelatihan jurnalisme berkualitas kini bisa dilakukan secara mandiri oleh platform digital maupun melalui kerja sama dengan media.

“Program dan pelatihan jurnalisme berkualitas dapat diselenggarakan sendiri oleh perusahaan platform digital,” jelasnya.

CEO Promedia, Agus Sulistriyono (kedua dari kanan) bersama CEO Props, Ilona Juwita (ketiga dari kanan) dan Ketua Komite Publisher Right, Suprapto Sastro Atmojo (paling kiri) dalam event Mediapreneur Talks di Tasikmalaya.
CEO Promedia, Agus Sulistriyono (kedua dari kanan) bersama CEO Props, Ilona Juwita (ketiga dari kanan) dan Ketua Komite Publisher Right, Suprapto Sastro Atmojo (paling kiri) dalam event Mediapreneur Talks di Tasikmalaya. (Dok. Promedia)

“Dan diselenggarakan dalam kerja sama dengan perusahaan media, atau pun diselenggarakan dalam koordinasi dengan komite (publisher rights),” imbuhnya.

Dalam sesi lain, Ilona Juwita, CEO Props, membahas mengenai tren periklanan digital dan strategi monetisasi media.

“Pertumbuhan iklan di Indonesia di tahun 2025 diperkirakan sebesar 5,1 persen dengan nilai sekitar 4 juta dolar AS (setara Rp64,9 miliar dengan kurs Rp16.288),” paparnya.

Baca Juga: CoreLab 2025 Promedia Sambangi FISIPOL Unesa, Gen Z Diajari Skill Bikin Konten dan Literasi Digital Masa Kini

Ilona menekankan pentingnya pemanfaatan data pelanggan sebagai peluang bisnis baru.

“Tidak hanya konten, pengelolaan data pelanggan menjadi sama pentingnya untuk memastikan pengalaman berkunjung yang tepat, dan peluang baru dalam monetisasi iklan,” sebutnya.

Ilona Juwita menutup pemaparannya dengan dorongan agar pelaku media lokal terus berinovasi. “Jadi kita bisa kembangkan berbagai konten agar meningkatkan programmatic advertising,” tandasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X