Promedia Group Kupas Strategi Konten Digital, Ungkap Cara Tingkatkan Engagement di Setiap Platform

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Jumat, 17 Juli 2026 | 21:37 WIB
Promedia Group menggelar webinar strategi konten digital. Peserta dibekali cara meningkatkan engagement sesuai karakter tiap platform. (Dok. Promedia)
Promedia Group menggelar webinar strategi konten digital. Peserta dibekali cara meningkatkan engagement sesuai karakter tiap platform. (Dok. Promedia)

Baca Juga: KPK Ungkap Status Perkara Amplop Menhut Raja Juli Antoni, Aspek Pencegahan Selesai, Penyidikan Masih Berjalan

Fokus pada Platform yang Tepat

Dalam pemaparannya, Agil mengatakan kreator memang memiliki peluang untuk hadir di berbagai platform sekaligus. Namun, strategi tersebut juga menuntut waktu dan tenaga yang lebih besar.

“Fokus pada satu platform itu lebih simpel dan tidak membuat capek, tapi di sisi lain, ada kesempatan di platform lain yang ditinggalkan. Sedangkan jika mencoba banyak platform, lebih banyak makan tenaga dan waktu karena harus memikirkan ulang tipe-tipe konten sesuai platformnya,” lanjut Agil.

Karena itu, ia menyarankan agar setiap proses produksi dimulai dengan riset topik dan penyusunan kerangka konten. Artikel panjang dapat dipublikasikan melalui situs web atau blog pribadi, sementara versi ringkasnya bisa dikembangkan menjadi utas di X maupun Threads.

Konten berbentuk visual seperti infografik dinilai lebih cocok dipublikasikan di Instagram dan TikTok, sedangkan potongan video dapat dimanfaatkan sebagai YouTube Shorts.

Baca Juga: Don Ritto Resmi Diserahkan ke Kejagung, Barbuk Emas 74 Kg dan Uang Rp543 Miliar Ikut Dilimpahkan

Website Tetap Punya Peran Penting

Selain membahas strategi konten digital di media sosial, webinar Promedia Group juga mengulas karakter konten pada website.

Agil menjelaskan bahwa pengguna website umumnya datang dengan tujuan mencari informasi tertentu, sehingga artikel evergreen, berita tren, maupun breaking news masih memiliki peluang mendatangkan pembaca dalam jangka panjang.

“Kontennya tetap aktif ditemukan oleh audiens yang tepat di saat mereka membutuhkan. Mereka juga memiliki hak penuh atas nama dan identitas brand, sedangkan media sosial lebih rawan kena shadow banned dan berumur pendek karena jika sudah tidak menjadi trending, akan ‘basi,’” papar Agil lagi.

Menurutnya, keberadaan website tetap menjadi fondasi penting dalam ekosistem digital karena umur kontennya lebih panjang dibandingkan unggahan di platform media sosial.

Baca Juga: Hotman Paris Resmi Dampingi Febrie Adriansyah, Eks Jampidsus Diperiksa sebagai Tersangka di Kejagung

Promedia Group Siapkan Bootcamp Jurnalistik Digital

Selain menyelenggarakan webinar Promedia Group, Promedia Group juga akan mengadakan Bootcamp Jurnalistik Digital bertajuk Next-Gen Journalist: Navigasi Ekosistem Digital dan Etika Konten Modern.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X