Artinya: "Ya Allah, jagalah tanganku dari semua kemaksiatan kepada-Mu."
Baca Juga: Hari Jadi Jawa Barat Ke 77, Jadikan Momentum Kebangkitan Warga Jabar Dari Pandemi Covid-19
2. Saat berkumur, dilakukan sebanyak tiga kali sambil membaca doa di dalam hati:
Allaahumma a‘inni ‘alaa dzikrika wa syukrika, Allaahumma asqinii min haudli nabiyyika shallallaahu ‘alaihi wa sallam ka’san laa adzma’u ba‘dahu abadan
Artinya: “Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”
Baca Juga: Hari Jadi Jawa Barat Ke 77, Tumpeng dan Jajanan pun Serba Angka 7
3. Ketika membersihkan lubang hidung
Mencuci lubang hidung dilakukan sebanyak tiga kali dengan cara menghirup air ke dalam hidung, kemudian mengeluarkannya lagi. Ketika menghirup air membaca doa dalam hati:
Allaahumma Arihni Raaihatal jannah. Allâhumma laa tahrimni raaihata ni'amika wa jannatika
Artinya: "Ya Allah (izinkan) aku mencium wewangian surga. Ya Allah, jangan halangi aku mencium wanginya nikmat-nikmatmu dan wanginya surga."
Baca Juga: Tak Ketinggalan, The Alana Yogyakarta Meriahkan HUT RI Ke-77 Dengan Lomba Rakyat
Sedangkan ketika mengeluarkan air dari lubang hidung, membaca doa dalam hati:
Allaahumma innii a‘uudzu bika min rawaaihin naar wa suu’id daar
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari busuknya bau neraka, dan dari buruknya tempat kembali.”
4. Ketika membasuh wajah
Membasuh wajah dilakukan mulai dari ujung kepala tumbuhnya rambut hingga bawah dagu. Membaca doa:
Allaahumma bayyidl wajhii yauma tabyadldlu wujuuhun wa taswaddu wujuuh
Artinya: “Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”
Artikel Terkait
5 Keutamaan Sholat Dhuha dan Tata Caranya, Salah Satunya adalah Dicukupkan Rezeki
Lirik Lagu 17 Agustus 1945, Biasa Dinyanyikan Pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI
Asal Usul Aksara Jawa Ternyata Dari Legenda Pusaka Aji Saka, Pendekar Sakti yang Memiliki Dua Ajudan
Asal Usul Sumedang Berasal Dari Prabu Tajimalela, Artinya Lahir Untuk Memberikan Penerangan
KPID Jabar Terbitkan Surat Edaran, DPRD: Harap Siaran Keagamaan yang Tidak Memiliki Unsur Negatif