Organisasi tersebut masing-masing bersifat kedaerahan, dan tidak mengenal satu sama yang lain. Meskipun berbeda nama dan bersifat masing-masing, tetapi aktifitas dan haluannya sama, yaitu melaksanakan faham atau ajaran islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja).
Baca Juga: Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Seleksi Petugas Haji
Dari situlah munculnya gagasan untuk menyatukan organisasi-organisasi tersebut kedalam satu wadah, yaitu Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
Adapun gagasan tersebut diusulkan dalam muktamar Ma’arif yang digelar pada 24 Februari 1954 di Semarang, yang dipelopori para pelajar dari Yogyakarta, Surakarta, dan Semarang yang diwakili oleh Sofwan Cholil Mustahal, Abdul Ghoni, Farida Ahmad, Maskup dan M. Tolchah Mansyur.
Dengan suara bulat dan mufakat, maka lahirlah suatu organisasi yang bernama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan menetapkan Tolhah Mansur ketua umum pertama pimpinan pusat IPNU. Maka sejak itulah 27 Februari ditetapkan sebagai hari lahir IPNU.
Baca Juga: Kiprah Fatayat NU Kota Tasikmalaya Saatnya Rangkul Berbagai Kalangan
Selang satu tahun dari berdirinya IPNU, tepatnya pada 2 Maret 1955, didirikan juga Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Malang, Jawa Timur.***
Artikel Terkait
Sejarah Hari Dokter Nasional, yang Diperingati Setiap 24 Oktober
Sejarah Singkat Berdirinya TNI, yang Diperingati Setiap 5 Oktober
Sejarah Hari Ayah Nasional, yang Diperingati Setiap 12 November
Sejarah Hari Guru Nasional, Diperingati Setiap 25 November
Sejarah Peringatan Hari Pekerja Nasional 2023, Meski Bukan Hari Libur, Harpekindo Ke 50 Pada 20 Februari 2023