Vietnam Pilih Menurunkan PPN demi Dorong Ekonomi
Berbeda dengan Indonesia, Vietnam justru memilih strategi lain. Pemerintah Vietnam memperpanjang pengurangan PPN dari 10 persen menjadi 8 persen hingga Juni 2025.
Dilansir Vietnam Briefing, langkah ini bertujuan untuk mendorong konsumsi domestik dan mendukung produksi setelah ekonomi Vietnam terpukul akibat pandemi.
Kebijakan ini diperkirakan menurunkan pendapatan negara hingga Rp16 triliun pada semester pertama 2025. Namun, pengurangan PPN telah terbukti meningkatkan konsumsi domestik secara signifikan, seperti yang terjadi pada 2022 dan 2023.
Dampak Positif Pengurangan PPN di Vietnam
Pengurangan PPN di Vietnam memberikan dampak besar, termasuk kenaikan total penjualan ritel barang dan jasa hingga 19,8 persen pada 2022 dibandingkan 2021.
Pada semester II tahun 2023, kebijakan ini juga meningkatkan total penjualan sebesar 9,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekonom Vietnam memperkirakan meski pendapatan negara berkurang Rp30 triliun pada 2024, kebijakan ini akan mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan memperkuat produksi dan konsumsi domestik.
Indonesia dan Vietnam menunjukkan perbedaan strategi dalam kebijakan PPN. Indonesia memilih menaikkan PPN demi memperkuat APBN, sementara Vietnam menurunkan tarifnya untuk memacu konsumsi.***
Artikel Terkait
Janji Tegas Menkomdigi Meutya Hafid Berantas Aktivitas Ilegal, Belasan Pegawai Komdigi Justru Terlibat Judi Online
Terungkap! Sindikat Jual Beli Rekening untuk Bandar Judi Online di Kamboja, Sudah Beroperasi 3 Tahun di Jakarta Barat
Disita Rp2,8 Miliar! Ini 4 Fakta Terbaru Penangkapan Tersangka Baru Kasus Judi Online di Kementerian Komdigi RI
Menkomdigi Meutya Hafid Menangis dan Meminta Maaf, Kisah Pilu Istri Pecandu Judi Online yang Kehilangan Segalanya
Menteri Komdigi Blokir 651 Rekening Bank Terindikasi Judi Online, BCA Jadi yang Terbanyak, Simak Penjelasannya!
Langkah Baru Komdigi Demi Persempit Gerak Judi Online, Sebar SMS hingga Blokir Transfer Pulsa yang Terindikasi Judol