Ia menyatakan bahwa pihak sekolah tidak memiliki aturan yang melarang siswa yang belum membayar SPP untuk mengikuti pembelajaran.
Juli menjelaskan bahwa tindakan guru tersebut merupakan kebijakan pribadi wali kelas, Hariyati, yang tidak berkoordinasi dengan pihak sekolah.
"Sebenarnya anak itu tidak menerima rapor karena belum melunasi SPP. Tapi itu bukan masalah besar," jelas Juli.
"Wali kelasnya membuat aturan sendiri bahwa siswa yang belum mengambil rapor tidak boleh ikut pelajaran, tanpa berbicara terlebih dahulu dengan pihak sekolah," tambahnya.
Juli mengakui bahwa insiden ini terjadi akibat miskomunikasi antara pihak sekolah, wali kelas, dan orang tua siswa.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga MI.
"Saya sudah memohon maaf kepada orang tua MI dan masalah ini sudah selesai," ujar Juli.
Dikatakan pula bahwa MI kini sudah kembali bersekolah setelah SPP-nya dibayarkan oleh sejumlah relawan.
"Beberapa relawan sudah membantu keluarga MI untuk membayar uang sekolah dan MI sekarang sudah bisa kembali belajar," tambahnya.
Bantuan dari Gerindra untuk Siswa yang Dihukum
Terkait dengan insiden tersebut, Wakil DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga, bersama pihak Gerindra, memberikan bantuan untuk memastikan pendidikan MI tidak terhambat.
"Kami mendapat instruksi dari Pak Presiden Prabowo Subianto, untuk hadir di tengah masyarakat dan memberikan bantuan apabila ada masalah," kata Ihwan Ritonga saat berkunjung ke rumah MI pada 10 Januari 2025.
Artikel Terkait
Siswa SD di Makassar dan Susukan Ungkapkan Terima Kasih untuk Prabowo Lewat Pesan dan Pantun dalam Program MBG
Pelaku Kuliner Lokal Berterima Kasih Dilibatkan dalam Program Makan Bergizi Gratis, Sugiri: Tingkatkan Pekerjaan
Warga Semarang Bersyukur Dilibatkan dalam Program Makan Bergizi Gratis, Dorong Lapangan Pekerjaan Baru
Raffi Ahmad Resmi Datangi KPK untuk Lapor Kekayaan, Jumlah Hartanya yang Fantastis Jadi Sorotan Publik
Nasib Saham Rp267 Miliar Milik Raffi Ahmad di STY Foundation Usai Shin Tae Yong Dipecat, Benarkah akan Melayang?
4 Hal Menarik Tentang AI Menurut Wamen Dikti Stella Christie, dari Kelebihan Teknologi hingga Kekuatan Manusia