Obesitas
Dalam minyak jelantah, ada banyak kandungan lemak trans dan kalori yang perlu diperhatikan.
Lemak trans dan kalori yang berlebih bisa menjadi penyebab terjadinya obesitas.
Banyak mengonsumsi makanan hasil olahan minyak jelantah dan dalam waktu yang berulang juga bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
Sehingga selain obesitas, bayang-bayang risiko penyakit jantung juga turut membayangi.
Adanya Infeksi Bakteri
Salah satu bakteri yang mungkin ada di minyak jelantah adalah Clostridium botulinum yang menyebabkan penyakit botulisme.
Botulisme adalah penyakit infeksi serius yang menyerang saraf.
Risiko Penyakit Degeneratif
Minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid yang dapat berubah menjadi zat karsinogen dalam tubuh manusia.
Kemudian dapat memicu penyakit degeneratif, misalnya penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.***
Artikel Terkait
Makan Bergizi Gratis di Sukoharjo Bikin 40 Siswa Keracunan, Badan Gizi Ungkap Fakta Mengejutkan di Baliknya
PBNU dan Baznas Bahas Usulan Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis, Pro dan Kontra Muncul
Istana Kepresidenan Sebut Usulan DPD Soal Zakat untuk Danai Program Makan Bergizi Gratis Tidak Tepat, Memalukan!
Deddy Corbuzier Kritik Siswa Soal Menu MBG, Prabowo Subianto Janji Rampungkan Program Makan Bergizi Gratis Akhir 2025
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Adalah Kewajiban Pemerintah, Bukan untuk Cari Nama
Isu Mitra Makan Bergizi Gratis Mundur Karena Belum Dibayar, BGN Pastikan Sedang Atur Pembayaran, Begini Faktanya!
Viral Aksi Pelajar Papua Tolak MBG, Lebih Pilih Pendidikan Daripada Makan Bergizi Gratis, Begini Respons Mendikdasmen
Kena Efisiensi Prabowo, Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Siang Gratis Tetap Jalan meski Anggaran Dipangkas
Pj Bupati Budi Waluya Tinjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sejumlah Sekolah di Kabupaten Ciamis
Aksi Indonesia Gelap, Gerakan Mahasiswa Soroti Makan Gratis, Efisiensi Anggaran, hingga Desakan Rombak Kabinet!