Beda Syarikah Bikin Jemaah Calon Haji Terpisah Rombongan, PPIH Tawarkan Solusi dan Sampaikan Permintaan Maaf

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:53 WIB
Ilustrasi jemaah calon haji sedang beribadah di Masjidil Haram. Pemerintah atasi kendala perbedaan Syarikah dengan berbagai solusi.  (Pixabay/dinar_aulia)
Ilustrasi jemaah calon haji sedang beribadah di Masjidil Haram. Pemerintah atasi kendala perbedaan Syarikah dengan berbagai solusi. (Pixabay/dinar_aulia)

Mediapriangan.com - Proses pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah tahun ini diwarnai sejumlah kendala, salah satunya adalah banyaknya jemaah yang terpisah dari rombongannya.

Masalah ini sebagian besar disebabkan oleh perbedaan Syarikah dan belum ditemukannya paspor milik jemaah calon haji.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah telah mengambil langkah khusus dengan menyediakan hotel sementara bagi jemaah calon haji yang tertunda keberangkatannya.

Baca Juga: Terpisah dari Rombongan, Jemaah Calon Haji Difasilitasi Hotel Khusus oleh PPIH hingga Tiba Jadwal Menuju Makkah

Mereka akan diinapkan hingga jadwal pemberangkatan sesuai dengan layanan Syarikah masing-masing.

“Untuk jemaah yang dilayani oleh Syarikah berbeda, secara bertahap kita berangkatkan sesuai jadwal masing-masing,” ungkap Kepala Daker Madinah, M. Lutfi Makki, dikutip dari laman resmi Kemenag pada Sabtu, 17 Mei 2025.

Makki menjelaskan, perbedaan pelayanan ini terjadi karena tahun ini Indonesia bekerja sama dengan delapan Syarikah sekaligus, setelah sebelumnya hanya menggunakan satu.

Baca Juga: PPIH Sediakan 27 Rute Bus Shalawat 24 Jam Nonstop, Antar Jemaah Haji Indonesia dari Hotel ke Masjidil Haram

Hal ini membuat potensi terjadinya miskomunikasi semakin besar, terutama jika satu daerah jemaah dilayani oleh lebih dari satu Syarikah.

Selain itu, ada pula kasus di mana paspor jemaah belum ditemukan karena masih berada di tangan pihak Syarikah.

Dalam kondisi tersebut, PPIH segera mengajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) ke Konsulat Jenderal RI di Jeddah, agar jemaah tetap dapat diberangkatkan ke Makkah.

Baca Juga: Ditangkap Polisi Saudi, Dua WNI Asal Jabar Diduga Bantu Jemaah Malaysia Lakukan Haji Ilegal Gunakan Visa Ziarah

Dalam laporannya, Makki juga menyinggung insiden yang sempat terjadi pada 13 Mei 2025, di mana koper milik jemaah kloter SUB10 (Embarkasi Surabaya) diturunkan dari bus akibat miskomunikasi.

Namun, menurutnya, masalah itu sudah diselesaikan dan rombongan tetap bisa diberangkatkan pada hari yang sama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X