Yusril Ihza Bongkar Fakta, Tegaskan Tak Pernah Ada Perundingan Rahasia RI-Israel demi Keanggotaan OECD

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Kamis, 29 Mei 2025 | 22:28 WIB
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra membantah adanya perundingan rahasia antara Indonesia dengan Israel.   (Instagram/yusrilihzamhd)
Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra membantah adanya perundingan rahasia antara Indonesia dengan Israel. (Instagram/yusrilihzamhd)

 

Mediapriangan.com - Isu yang mengaitkan proses pencalonan Indonesia ke Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dengan perundingan rahasia bersama Israel akhirnya ditanggapi tegas oleh Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra.

Dalam pernyataan resminya pada Kamis, 29 Mei 2025, Yusril Ihza Mahendra membantah keras laporan media Israel, Ynet, yang menyebut adanya pertemuan tertutup antara delegasi Indonesia dan Israel.

Klaim itu disebut-sebut bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari Israel terkait keanggotaan Indonesia di OECD.

Baca Juga: Prabowo Dampingi Macron Jelajahi Candi Borobudur, Momen Eratnya Hubungan RI–Prancis Terekam di Tengah Warisan Dunia

"Pertemuan seperti itu tidak pernah ada," tegas Yusril Ihza Mahendra dalam siaran persnya.

Menurut Yusril, istilah "normalisasi" yang digunakan dalam pemberitaan tersebut juga tidak relevan.

Yusril menekankan bahwa sejak awal Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik, sehingga tidak mungkin ada sesuatu yang bisa dinormalisasi.

Meski mengakui bahwa Israel sempat menyodorkan tawaran dukungan, Yusril menegaskan posisi Indonesia tetap tegas menolak.

Baca Juga: Borobudur Ditutup Sementara 29 Mei, Kunjungan Presiden Macron dan Prabowo Dilengkapi Stairlift Khusus Tanpa Bor

"Permintaan tersebut telah kami tolak," ujarnya.

Yusril juga menekankan bahwa menjadi anggota OECD tidak mewajibkan suatu negara untuk memiliki hubungan diplomatik dengan semua negara anggota.

Yusril menjelaskan bahwa pencalonan Indonesia murni didorong oleh alasan strategis nasional, bukan kesepakatan dengan pihak manapun, termasuk Israel.

“Saya sendiri hadir dalam Sidang OECD di Paris pada akhir Maret 2025,” ungkap Yusril.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X