Ganjar Pranowo Sindir Pertemuan Prabowo-Megawati, Mungkin Masih Ada Lanjutan, Nasi Gorengnya Belum Dimakan!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Minggu, 8 Juni 2025 | 19:39 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Ganjar Pranowo menyebut peluang pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo Subianto dan dengan Megawati Soekarnoputri masih terbuka.   (Instagram/ganjar_pranowo)
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Ganjar Pranowo menyebut peluang pertemuan lanjutan antara Presiden Prabowo Subianto dan dengan Megawati Soekarnoputri masih terbuka. (Instagram/ganjar_pranowo)

 

Mediapriangan.com - Hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali menjadi sorotan publik usai pertemuan keduanya dalam rangka peringatan Hari Lahir Pancasila.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo memberikan komentar bernuansa santai namun penuh makna.

Ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Ganjar menyiratkan bahwa kemungkinan pertemuan lanjutan antara dua tokoh bangsa tersebut masih sangat terbuka.

Baca Juga: Sri Mulyani Kunjungi Nduga Pakai Rompi Anti Peluru, Menkeu Pertama yang Berani Datang ke Zona Merah Papua!

Ganjar bahkan menyampaikan tanggapannya dengan humor ringan yang menyentil simbol kuliner dari pertemuan terakhir mereka.

“Mungkin (ada pertemuan lanjutan), karena nasi gorengnya belum dimakan,” ucap Ganjar kepada wartawan, dikutip Minggu 8 Juni 2025.

“Kalau nasi gorengnya sudah dimakan berarti akan ada pertemuan lanjutan," lanjut Ganjar.

Meskipun begitu, Ganjar menegaskan bahwa belum ada jadwal resmi atau rencana pertemuan lanjutan yang diumumkan oleh pihak Prabowo maupun Megawati hingga saat ini.

Baca Juga: Bakrie Amanah Salurkan 440 Hewan Kurban, Wali Kota Tasikmalaya Apresiasi dan Serahkan Bantuan Langsung ke Warga

Pertemuan terakhir Prabowo dan Megawati diketahui terjadi dalam suasana formal pada 2 Juni 2025 di Gedung Pancasila, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ganjar menilai bahwa pertemuan itu adalah bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi dalam relasi kenegaraan di Indonesia. Ia pun menyebutnya sebagai sesuatu yang wajar dan patut disambut positif.

Baca Juga: Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu Bantah Kerusakan Lingkungan di Pulau Gag Akibat Tambang Nikel, Ini Faktanya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X