Izin PT Gag Nikel di Raja Ampat Tak Dicabut Prabowo, Bahlil Pastikan Operasi Sesuai Amdal dan Tetap Diawasi Ketat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 10 Juni 2025 | 22:24 WIB
Potret kawasan PT Gag Nikel.  (Dok. PT Gag Nikel)
Potret kawasan PT Gag Nikel. (Dok. PT Gag Nikel)

 

Mediapriangan.com - Di tengah kebijakan tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencabut izin usaha pertambangan (IUP) empat perusahaan tambang di Raja Ampat, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan satu perusahaan tambang tetap beroperasi.

Perusahaan tersebut adalah PT Gag Nikel yang berbasis di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya. Menurut Bahlil, izin operasional PT Gag Nikel masih berlaku dan tidak masuk dalam daftar perusahaan yang dicabut IUP-nya oleh Presiden.

"Sampai dengan sekarang kami berpandangan tetap akan bisa berjalan," ujar Bahlil dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 10 Juni 2025.

Baca Juga: Raja Ampat Disorot Usai Prabowo Cabut Izin Tambang, Wilayah Kaya Harta Bumi Ini Ternyata Sudah Lama Jadi Incaran

Bahlil menyatakan bahwa pihaknya telah mengecek langsung kegiatan operasional tambang tersebut, termasuk melihat dokumentasi dan kondisi lapangan.

Dari hasil peninjauan, ia menyimpulkan bahwa PT Gag Nikel masih menjalankan aktivitas pertambangan sesuai ketentuan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).

"Selama kita awasi betul arahan Bapak Presiden. Kita harus awasi betul lingkungannya," tegas Bahlil.

Baca Juga: Prabowo Cabut Izin 4 Tambang di Raja Ampat, Ini 3 Alasan Utamanya, Ada Desakan Masyarakat hingga Lindungi Biota Laut

Ia juga menambahkan bahwa PT Gag Nikel telah memiliki Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk tahun 2025, serta berstatus kontrak karya sejak tahun 1998.
Status inilah yang membuat operasinya dianggap sah dan tidak terdampak keputusan pencabutan.

Sebagai informasi, empat perusahaan yang izinnya resmi dicabut oleh pemerintah ialah PT Kawei Sejahtera Mining, PT Mulia Raymond Perkasa, PT Anugerah Surya Pratama, dan PT Nurham.

Kebijakan ini diambil menyusul viralnya pencemaran lingkungan di kawasan Raja Ampat, yang turut mendorong evaluasi nasional terhadap praktik pertambangan di wilayah konservasi.

Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Lokasi Tambang Nikel Raja Ampat Jauh dari Area Wisata Populer

Langkah pencabutan tersebut, lanjut Bahlil, merupakan bagian dari upaya penataan sektor pertambangan secara menyeluruh.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X