Mediapringan.com - Pemerintah Indonesia resmi mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) milik empat perusahaan yang beroperasi di wilayah sensitif Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, pada Selasa, 10 Juni 2025, mewakili Presiden Prabowo Subianto.
"Bapak Presiden memutuskan bahwa pemerintah akan mencabut Izin Usaha Pertambangan untuk empat perusahaan di Kabupaten Raja Ampat," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta.
Empat perusahaan yang dicabut izinnya adalah PT Kawei Sejahtera Mining (KSM), PT Mulia Raymond Perkasa (MRP), PT Anugerah Surya Pratama (ASP), dan PT Nurham. Keempatnya sebelumnya mengantongi IUP Operasi Produksi.
Hanya satu perusahaan tambang yang tidak terdampak kebijakan ini, yaitu PT Gag Nikel yang terafiliasi dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Perusahaan ini tetap beroperasi karena mengantongi izin Kontrak Karya Operasi Produksi.
Pencabutan izin ini menjadi respons atas tekanan publik yang meningkat, terutama dari kalangan pegiat lingkungan dan masyarakat adat Papua yang menilai aktivitas pertambangan merusak ekosistem Raja Ampat yang terkenal dengan keanekaragaman hayati lautnya.
Salah satu yang disorot adalah PT KSM, yang diketahui memiliki keterkaitan dengan nama besar di dunia bisnis dan pemerintahan.
Perusahaan tambang bijih nikel ini ternyata berada di bawah kendali Freddy Numberi, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2004–2009 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Nama Freddy Numberi tercatat sebagai Direktur Utama PT Kawei Sejahtera Mining, sesuai dokumen Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM.
Legalitas PT KSM disahkan melalui SK AHU-0036853.AH.01.02.Tahun 2023 yang terbit pada 28 Juni 2023.
Perusahaan ini merupakan perseroan swasta nasional dengan status tertutup dan masa berlaku tidak terbatas. Berdasarkan data KBLI, PT KSM bergerak di bidang pertambangan bijih nikel (kode 07295), dengan modal dasar senilai Rp 200 miliar yang terbagi dalam 200 ribu lembar saham.
Artikel Terkait
Fadli Zon Angkat Bicara Soal Tambang Nikel di Raja Ampat, Soroti Dampaknya terhadap Alam dan Situs Budaya
Bahlil Lahadalia Buka Suara soal Izin PT GAG Nikel di Raja Ampat, Tegaskan Bukan Era Saya dan Minta Penambangan Dihentikan
Polemik Tambang Raja Ampat Makin Panas, Komisi III DPR Desak Aparat Usut Dugaan Pelanggaran Tanpa Pandang Bulu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Lokasi Tambang Nikel Raja Ampat Jauh dari Area Wisata Populer
Sorotan Salah Sasaran, Dua Perusahaan Ini Dinilai Lebih Ancam Geopark Raja Ampat Dibanding PT GAG Nikel
Bukan PT GAG Nikel, KLHK Ungkap 3 Perusahaan yang Langgar Aturan Tambang dan Cemari Pulau Kecil di Raja Ampat