“Kalau ada kritik dan masukan silakan, tapi kalau hanya pergunjingan-pergunjingan di media sosial ya, citra-citra negatif yang seperti yang Anda sebutkan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Hasan mengingatkan bahwa pembahasan sejarah sebaiknya dilakukan dengan pendekatan akademis.
Hasan menyarankan publik untuk menyampaikan pandangan mereka melalui dialog dengan otoritas terkait, bukan sekadar menyebarkan narasi tanpa dasar ilmiah.
"Apalagi dari orang-orang yang kalau dia mengerti sejarah silakan dialog dengan para ahli sejarah. Kalau bukan ahli sejarah ya kita baca sebagai macam bacaan-bacaan saja ya, bacaan di media sosial," ujarnya.
"Kalau ada baik buruk, ada pro-kontra, ada setuju nggak setuju silahkan disampaikan tapi juga oleh orang yang punya otoritas bukan berdasarkan hanya pergunjingan di media sosial," tutupnya.***
Artikel Terkait
Hasan Nasbi Sebut Dampak Perang Negara Lain Bisa Ganggu Indonesia: Kehidupan Kita dan Dunia Pasti Terganggu!
Hasan Nasbi Tegaskan Premanisme Berkedok Ormas Harus Ditindak, Istana Minta Publik Tak Tertipu Organisasi Abal-Abal
Fadli Zon Pastikan Chairlift di Borobudur Tak Langgar Aturan, Tegaskan Bukan Eskalator Apalagi Eskavator
Hasan Nasbi Tegaskan Isu Reshuffle Kabinet Hanya Presiden Prabowo yang Tahu dan Putuskan Bukan Tebakan Publik
Hasan Nasbi Jelaskan Pidato Prabowo Soal LSM Asing, Bukan Benci, Tapi Jangan Gadaikan Kepentingan Nasional
Hasan Nasbi, Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut Tak Sulit, Pemerintah Pusat yang Berwenang Ambil Keputusan