Proyek pabrik kimia ini telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun.
Tak hanya itu, pengoperasian pabrik diperkirakan dapat menghasilkan devisa ekspor hingga Rp5 triliun dan menghemat impor sebesar Rp4,9 triliun setiap tahun.
Tahap selanjutnya dari proyek ini akan difokuskan pada pengembangan kapasitas produksi klor alkali yang lebih besar, serta perluasan produk turunan berbasis klorin.
Studi kelayakan saat ini tengah dilakukan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan tersebut.
Direktur Utama Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyebut proyek ini sebagai pondasi penting bagi industri kimia nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan.
"Melalui kerja sama ini, kami membangun pondasi kokoh untuk pengembangan industri berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional," ungkapnya.
Sebagai dampak positif dari pengumuman kerja sama ini, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik konglomerat Prajogo Pangestu tercatat menguat 3,28 persen ke level Rp10.225 pada perdagangan Selasa, 17 Juni 2025.***
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Batalkan Kepmendagri, Tetapkan 4 Pulau Sengketa Milik Aceh dan Akhiri Kontroversi Batas Wilayah
Wamendikdasmen Soroti Dugaan Jual-Beli Kursi SPMB Bandung 2025, Minta Hentikan Titipan Anak Pejabat di Sekolah
Pratikno Peringatkan Bahaya Scrolling Medsos Bagi Anak Muda, Bisa Rusak Pola Pikir dan Bikin Keputusan Jadi Instan
Dubes Iran Tegaskan Akan Terus Balas Serangan Israel, Kami Negara Kuat dan Tak Akan Diam Diri Saat Diserang
Dubes Iran Sebut Serangan ke Tel Aviv Simbol Perlawanan Bangsa yang Dizalimi Israel, Termasuk Palestina
Menhut Raja Juli Antoni Cabut Izin Tambang di Pulau Wawonii, Tindaklanjuti Putusan MA dan Dukung Suara Warga