Retret Kepala Daerah di IPDN Diwarnai Pita Merah dan Kuning, Bima Arya Sebut 10 Peserta dalam Pengawasan Medis Khusus

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 23 Juni 2025 | 11:25 WIB
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN.  (Instagram/bimaaryasugiarto)
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya dalam acara retret Kepala Daerah di IPDN. (Instagram/bimaaryasugiarto)

Mediapriangan.com - Retret Gelombang II bagi para kepala daerah yang berlangsung di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, tidak hanya berfokus pada penguatan kepemimpinan.

Aspek kesehatan para peserta justru menjadi salah satu perhatian utama panitia penyelenggara.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kepala daerah tampak mengenakan pita berwarna merah dan kuning di bagian lengan.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah Gelombang II Jadi Ajang Evaluasi, Wamendagri Sebut Kini Sudah Ada Feedback dari Daerah

Bukan sekadar aksesori, pita-pita ini berfungsi sebagai penanda medis untuk membedakan kondisi kesehatan masing-masing peserta.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menjelaskan bahwa total sepuluh peserta retret menjalani pengawasan medis khusus.

“Yang pakai pita merah itu ada lima orang. Yang pita kuning juga lima orang. Sisanya aman,” ujarnya kepada media, Senin, 23 Juni 2025.

Baca Juga: Retret Gelombang II Libatkan Wakil Kepala Daerah Sejak Awal, Wamendagri Beberkan Alasan Skema Kini Berubah Total

Pita merah diberikan kepada peserta dengan kondisi yang memerlukan pengawasan sangat ketat, seperti yang baru menjalani operasi besar atau memiliki riwayat penyakit jantung.

Sementara itu, pita kuning dikenakan oleh peserta dengan gangguan kesehatan ringan hingga sedang, seperti anemia atau cedera lutut.

“Sekitar sepuluh orang ada dalam pengawasan ketat, yang sangat ketat tentu yang pita merah,” tambah Bima.

Baca Juga: Retret Kepala Daerah Gelombang II Dimulai, Wamendagri Ungkap Kolaborasi Kini Lebih Mudah Karena Saling Kenal

Kendati menghadapi kendala kesehatan, seluruh peserta tetap mengikuti rangkaian agenda retret. Namun, mereka mendapat pendampingan dan penyesuaian aktivitas dari tim medis dan panitia agar tetap aman selama kegiatan berlangsung.

“Beberapa kita lakukan pengawasan secara khusus. Ada yang HB-nya rendah, ada yang lututnya cedera, ada juga yang pernah operasi,” jelas Bima Arya lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X