Pulang Haji Diwarnai Ancaman Bom, 2 Penerbangan Saudia Dialihkan, Kemenhub Pastikan Keamanan Tetap Terjaga

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 24 Juni 2025 | 07:50 WIB
Foto ilustrasi jemaah haji - Dua Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Terima Ancaman Bom, Kemenhub Pastikan Situasi Aman dan Terkendali.     (Instagram.com/makkah.madinnah)
Foto ilustrasi jemaah haji - Dua Penerbangan Jemaah Haji Indonesia Terima Ancaman Bom, Kemenhub Pastikan Situasi Aman dan Terkendali. (Instagram.com/makkah.madinnah)

Mediapriangan.com - Operasional pemulangan jemaah haji Indonesia tahun 2025 yang kini memasuki hari ke-53 diwarnai insiden serius berupa dua ancaman bom terhadap pesawat yang mengangkut ratusan jemaah.

Meski demikian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh penerbangan berjalan dengan aman dan prosedur pengamanan telah dijalankan maksimal.

Menurut data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), hingga Minggu, 22 Juni 2025 pukul 13.00 WIB, tercatat sebanyak 74.447 jemaah dan petugas haji telah tiba di Tanah Air dalam 192 kelompok terbang (kloter).

Baca Juga: 3 Jemaah Haji Indonesia Hilang di Makkah, Punya Riwayat Demensia, Pencarian Masih Terus Dilakukan PPIH Arab Saudi

Di sisi lain, gelombang kepulangan masih berlangsung, termasuk pergerakan jemaah dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari fase akhir.

Namun, fase ini sempat terganggu oleh dua kejadian serius yang melibatkan maskapai Saudia Airlines.

Ancaman pertama terjadi pada Selasa, 17 Juni 2025, saat pesawat dengan nomor penerbangan SV 5276 rute Jeddah–Jakarta menerima email berisi ancaman bom.

Baca Juga: Kuota Haji 2026 Diumumkan 10 Juli, Kemenag Pastikan Catatan dari Kedubes Saudi Tak Pengaruhi Jumlah Jemaah RI

Pesawat tersebut mengangkut 442 jemaah dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Lima hari berselang, insiden serupa kembali terjadi. Ancaman kedua menyasar pesawat Saudia Airlines SV 5688 dengan rute Jeddah–Muscat–Surabaya.

Petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta menerima informasi dari Kuala Lumpur ACC terkait ancaman bom via sambungan telepon pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Baca Juga: Arab Saudi Soroti Banyak Jemaah Wafat, Kemenag Diminta Perketat Seleksi Kesehatan Haji 2026 Lewat Nota Diplomatik Resmi

Pesawat yang membawa 376 jemaah dari kloter 33 Debarkasi Surabaya itu pun diarahkan mendarat darurat di Kualanamu.

“Setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Kualanamu pada pukul 09.27 WIB, maka dilakukan emergency treatment berupa pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan kru pesawat,” ungkap Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan, Asri Santosa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X