Agam Rinjani Ungkap Detik-detik Tragis Juliana Marins Jatuh, Jenazah Patah Kaki dan Kepala Retak di Jurang Rinjani

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 2 Juli 2025 | 15:25 WIB
Agam sebagai relawan dari tim evakuasi pendaki asal Brazil, Juliana Marins yang tewas akibat terjatuh ke jurang Gunung Rinjani.  (YouTube.com/DennySumargo)
Agam sebagai relawan dari tim evakuasi pendaki asal Brazil, Juliana Marins yang tewas akibat terjatuh ke jurang Gunung Rinjani. (YouTube.com/DennySumargo)

Mediapriangan.com - Peristiwa nahas yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins, di Gunung Rinjani, NTB, terus menyita perhatian publik.

Wanita yang melakukan pendakian pada pertengahan Juni 2025 itu ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di kedalaman jurang sekitar 600 meter pada 25 Juni, setelah sebelumnya dinyatakan hilang usai terpeleset dari ketinggian.

Sosok relawan bernama Abdul Haris Agam, atau lebih dikenal sebagai Agam Rinjani, menjadi saksi penting dalam proses pencarian dan evakuasi.

Baca Juga: Insiden Juliana Marins di Rinjani, Menhut Bakal Evaluasi SOP Pendakian: Akan Ada Gelang RFID dan Posko Lebih Rapat

Dalam sebuah wawancara emosional bersama Denny Sumargo yang tayang di kanal YouTube pada 2 Juli 2025, Agam membagikan kisah pilu di balik proses penyelamatan yang memakan waktu dan tenaga ekstrem.

"Medan di Rinjani itu sangat terjal, ditambah suhu yang dingin dan berkabut. Prosesnya benar-benar menguji fisik dan mental," ujar Agam mengawali ceritanya.

Ia menjelaskan bahwa posisi jenazah Juliana sempat sulit dipastikan karena tubuh korban berpindah-pindah akibat kontur jurang yang curam dan berbatu.

Baca Juga: Dibantu Kedubes Brasil, Keluarga Juliana Marins Apresiasi Upaya Basarnas Evakuasi di Jurang Gunung Rinjani

Juliana diketahui terjatuh dari ketinggian sekitar 800 meter, dan saat berhasil dijangkau oleh tim SAR, kondisinya sudah sangat mengenaskan.

"Saat kami temukan, dia sudah meninggal. Saya sebenarnya sudah menduga karena jatuhnya itu dalam sekali," tutur Agam penuh haru.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan kondisi jenazah Juliana saat ditemukan. Menurutnya, korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh.

Baca Juga: Agam Rinjani Ungkap Detik-Detik Evakuasi Juliana Marins, Menginap di Tebing Curam Bareng Jenazah Pendaki Brasil

"Dia patah kaki, kepala retak, sepatunya copot, kalungnya lepas. Sudah tidak ada harapan saat kami tiba," imbuh Agam sambil menggambarkan luka-luka yang dialami Juliana.

Lebih lanjut, Agam mengungkapkan rasa bersalah yang masih membekas dalam hatinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X